NATO: Assad tak mungkin pertahankan kekuasaan
Jum'at, 14 Desember 2012 - 16:37 WIB
NATO: Assad tak mungkin pertahankan kekuasaan
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pejabat senior NATO, Knud Bartels memprediksi, kalau Presiden Suriah Bashar al-Assad tak mungkin mempertahankan kekuasannya. "Anda bisa mengatakan, bahwa saya mungkin mengasumsikan bahwa kekuasaan Assad akan hilang. Saya cenderung percaya bahwa ini memang akan terjadi," kata Bartels, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/12/2012).
Ini adalah komentar kali kedua yang dilontarkan pejabat NATO soal kehancuran rezim Assad. Sebelumnya, Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen juga menyatakan prediksi yang sama. “Pemerintah Assad sudah mendekati keruntuhan,” katanya.
Bartels, seorang Jenderal asal Denmark yang memimpin Komite Militer NATO juga mengatakan, aliansi Barat telah menyusun rencana untuk menjaga senjata kimia Suriah tak jatuh ke tangan yang salah, jika Assad turun dari tampuk kekuasaan.
Menjawab pertanyaan tentang strategi selama konflik di Suriah, menurutnya kekhawatiran terbesar NATO adalah soal keamanan wilayah Turki, yang berbatasan langsung dengan Suriah. Sebagai negara sekutu, NATO memang berusaha menjaga keamanan wilayah Turki dari serangan pihak asing.
Hingga kini, sudah ada tiga negara anggota NATO yang bersedia mengirimkan sistem pertahanan rudal Patriot ke Turki. Tiga negara itu adalah Amerika Serikat, Belanda, dan Jerman. Masing-masing negara mengirimkan 2 set sistem pertahanan rudal Patriot. Negara-negara tersebut juga mengirimkan ratusan personel untuk mengoperasikan sistem pertahan tersebut.
Ini adalah komentar kali kedua yang dilontarkan pejabat NATO soal kehancuran rezim Assad. Sebelumnya, Sekjen NATO, Anders Fogh Rasmussen juga menyatakan prediksi yang sama. “Pemerintah Assad sudah mendekati keruntuhan,” katanya.
Bartels, seorang Jenderal asal Denmark yang memimpin Komite Militer NATO juga mengatakan, aliansi Barat telah menyusun rencana untuk menjaga senjata kimia Suriah tak jatuh ke tangan yang salah, jika Assad turun dari tampuk kekuasaan.
Menjawab pertanyaan tentang strategi selama konflik di Suriah, menurutnya kekhawatiran terbesar NATO adalah soal keamanan wilayah Turki, yang berbatasan langsung dengan Suriah. Sebagai negara sekutu, NATO memang berusaha menjaga keamanan wilayah Turki dari serangan pihak asing.
Hingga kini, sudah ada tiga negara anggota NATO yang bersedia mengirimkan sistem pertahanan rudal Patriot ke Turki. Tiga negara itu adalah Amerika Serikat, Belanda, dan Jerman. Masing-masing negara mengirimkan 2 set sistem pertahanan rudal Patriot. Negara-negara tersebut juga mengirimkan ratusan personel untuk mengoperasikan sistem pertahan tersebut.
(esn)