Iran rancang pertemuan lanjutan dengan IAEA
Jum'at, 14 Desember 2012 - 15:15 WIB
Iran rancang pertemuan lanjutan dengan IAEA
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa kemajuan diyakini telah dibuat dalam pembicaraan antara Badan Energi Atom Initernasional (IAEA) dan Iran di Teheran, Kamis 13 Desember.
Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Jumat (14/12/2012), satu sumber diplomatik yang menolak untuk diidentifikasi karena sensitivitas dari diskusi, mengatakan, pertemuan baru antara Iran dan IAEA diperkirakan berlangsung pada pertengahan Januari 2013.
Ada indikasi, bahwa IAEA telah memperoleh akses ke situs militer Parchin, seperti yang diharapkan PBB selama ini. Tim IAEA sendiri akan meninggalkan Teheran menuju markas IAEA di Wina, Austria pada Jumat ini.
Komentar senada dilayangkan pihak Iran. Duta besar Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh, mengatakan kepada media Iran, bahwa pertemuan lanjutan akan dilangsungkan di Teheran pada 16 Januari mendatang.
IAEA menginginkan perjanjian yang akan memungkinkan mereka untuk melanjutkan pemeriksaan di situs militer Iran yang dicurigai memproduksi bom atom. Iran sendiri berulangkali menyangkal tudingan ini. Mereka mengaku, pengembangan nuklir sepenuhnya dilakukan untuk kepentingan damai.
Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Jumat (14/12/2012), satu sumber diplomatik yang menolak untuk diidentifikasi karena sensitivitas dari diskusi, mengatakan, pertemuan baru antara Iran dan IAEA diperkirakan berlangsung pada pertengahan Januari 2013.
Ada indikasi, bahwa IAEA telah memperoleh akses ke situs militer Parchin, seperti yang diharapkan PBB selama ini. Tim IAEA sendiri akan meninggalkan Teheran menuju markas IAEA di Wina, Austria pada Jumat ini.
Komentar senada dilayangkan pihak Iran. Duta besar Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh, mengatakan kepada media Iran, bahwa pertemuan lanjutan akan dilangsungkan di Teheran pada 16 Januari mendatang.
IAEA menginginkan perjanjian yang akan memungkinkan mereka untuk melanjutkan pemeriksaan di situs militer Iran yang dicurigai memproduksi bom atom. Iran sendiri berulangkali menyangkal tudingan ini. Mereka mengaku, pengembangan nuklir sepenuhnya dilakukan untuk kepentingan damai.
(esn)