Filipina lanjutkan pengiriman tenaga kerja ke Israel
Jum'at, 14 Desember 2012 - 14:44 WIB
Filipina lanjutkan pengiriman tenaga kerja ke Israel
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Filipina memutuskan untuk melanjutkan pengiriman tenaga kerja ke Israel. Keputusan ini diambil setelah meredanya ketegangan di kawasan itu.
"Mengingat kondisi keamanan yang telah membaik di Israel dan Gaza, sebagai akibat dari perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, peringatan untuk mengunjungi kawasan itu telah dicabut,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina, Jumat (14/12/2012), seperti dikutip dari MSN Filipina.
Bulan lalu, saat konflik bersenjata antara militan Palestina dan militer Israel berlangsung, Pemerintah Filipina memberlakukan larangan bagi warganya untuk mengunjungi wilayah itu. Filipina juga mengevakuasi warganya yang berada di Jalur Gaza.
Diperkirakan, ada sekitar 41 ribu warga Filipina yang berkerja di Israel. Kebanyakan dari mereka bekerja di sektor rumah tangga. Larangan perjalanan dari Pemerintah Filipina telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja Filipina, bahwa mereka tidak akan diizinkan untuk kembali ke tempat kerja.
Setelah pertempuran mereda, Kedutaan Besar Israel di Manila langsung mendesak Filipina untuk mencabut larangan itu. Namun, Departemen Luar Negeri pada awalnya menolak keras, dan mengatakan akan menunggu situasi menjadi lebih stabil.
Saat ini, diperkirakan 9 juta warga Filipina bekerja di seluruh negara di dunia. Uang yang mereka kirimkan ke rumah merupakan pilar utama perekonomian negara itu.
"Mengingat kondisi keamanan yang telah membaik di Israel dan Gaza, sebagai akibat dari perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, peringatan untuk mengunjungi kawasan itu telah dicabut,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Filipina, Jumat (14/12/2012), seperti dikutip dari MSN Filipina.
Bulan lalu, saat konflik bersenjata antara militan Palestina dan militer Israel berlangsung, Pemerintah Filipina memberlakukan larangan bagi warganya untuk mengunjungi wilayah itu. Filipina juga mengevakuasi warganya yang berada di Jalur Gaza.
Diperkirakan, ada sekitar 41 ribu warga Filipina yang berkerja di Israel. Kebanyakan dari mereka bekerja di sektor rumah tangga. Larangan perjalanan dari Pemerintah Filipina telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja Filipina, bahwa mereka tidak akan diizinkan untuk kembali ke tempat kerja.
Setelah pertempuran mereda, Kedutaan Besar Israel di Manila langsung mendesak Filipina untuk mencabut larangan itu. Namun, Departemen Luar Negeri pada awalnya menolak keras, dan mengatakan akan menunggu situasi menjadi lebih stabil.
Saat ini, diperkirakan 9 juta warga Filipina bekerja di seluruh negara di dunia. Uang yang mereka kirimkan ke rumah merupakan pilar utama perekonomian negara itu.
(esn)