Anggota Al-Qaeda ledakan diri dalam penjara Irak
Rabu, 12 Desember 2012 - 22:37 WIB
Anggota Al-Qaeda ledakan diri dalam penjara Irak
A
A
A
Sindonews.com - Seorang anggota Al-Qaeda yang berada dalam tahanan di sebuah penjara di Kota Baghdad, Irak melakukan aksi bom bunuh diri di dalam penjara, Rabu (12/12/2012). Aksi ini melukai tiga penjaga dan tawanan.
"Tahanan itu mampu mengumpulkan bahan peledak selama beberapa hari dan tampaknya berhasil merakit bahan-bahan itu menjadi sabuk peledak,β kata seorang pejabat Kementerin Dalam Negeri Irak, seperti dikutip dari Asiaone.
Seorang petugas polisi mengkonfirmasi, bahwa pelaku pemboman selamat dari ledakan ini dan dibawa ke rumah sakit Al-Kindi.
Juru bicara kementerian Kehakiman Haidar al-Saadi mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pelaku bom bunuh diri itu bernama Ahmed Majid Hamid al-Shammari. Di bawah hukum anti-terorisme Irak, al-Shammari telah dijatuhi hukuman mati.
βIa menggunakan bahan bakar dari pemantik rokok dalam serangan itu. Pemboman itu terjadi sehari setelah para tahanan diizinkan mendapat kunjungan keluarga,β kata Saadi. Namun, ia tak menjelaskan, apakah pelaku mendapat kunjungan dari anggota keluarganya.
Saadi juga tak menjelaskan, apakah si pelaku mendapat bahan-bahan peledak yang diselundupkan oleh pengunjung penjara.
"Tahanan itu mampu mengumpulkan bahan peledak selama beberapa hari dan tampaknya berhasil merakit bahan-bahan itu menjadi sabuk peledak,β kata seorang pejabat Kementerin Dalam Negeri Irak, seperti dikutip dari Asiaone.
Seorang petugas polisi mengkonfirmasi, bahwa pelaku pemboman selamat dari ledakan ini dan dibawa ke rumah sakit Al-Kindi.
Juru bicara kementerian Kehakiman Haidar al-Saadi mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pelaku bom bunuh diri itu bernama Ahmed Majid Hamid al-Shammari. Di bawah hukum anti-terorisme Irak, al-Shammari telah dijatuhi hukuman mati.
βIa menggunakan bahan bakar dari pemantik rokok dalam serangan itu. Pemboman itu terjadi sehari setelah para tahanan diizinkan mendapat kunjungan keluarga,β kata Saadi. Namun, ia tak menjelaskan, apakah pelaku mendapat kunjungan dari anggota keluarganya.
Saadi juga tak menjelaskan, apakah si pelaku mendapat bahan-bahan peledak yang diselundupkan oleh pengunjung penjara.
(esn)