Tuntut permintaan maaf, ratusan biksu Myanmar berdemo
Rabu, 12 Desember 2012 - 16:52 WIB
Tuntut permintaan maaf, ratusan biksu Myanmar berdemo
A
A
A
Sindonews.com – Sekitar 500 biksu Budha di Myanmar turun ke jalan-jalan kota Yangon, Mandalay, dan Monywa, Rabu (12/12/2012). Ratusan biksu ini meminta pihak berwenang meminta maaf pada para biksu yang menjadi korban dalam aksi protes di tambang tembaga Monywa, di sebelah utara Myanmar, dua pekan lalu.
Saat itu, puluhan biksu menderita luka-luka akibat tindakan keras aparat keamanan dalam menangani aksi protes. Selain luka lebab, sejumlah biksu juga mengalami luka bakar parah.
"Kami ingin mereka meminta maaf langsung kepada para biarawan yang dibakar selama tindakan keras di tambang tembaga gunung Latpadaung," kata Thuzana, seorang pimpinan aksi demo.
Pekan lalu, Menteri Urusan Agama Myanmar, Myint Maung telah meminta maaf kepada beberapa biksu yang paling senior. Maung menyatakan rasa sedih yang mendalam atas luka-luka yang diderita para biksu.
Sekitar 100 polisi juga dilaporkan telah meminta maaf kepada sekelompok biarawan di Monywa, sesaat setelah tindakan keras mereka.
Namun, upaya itu tetap tak berhasil meredam kemarahan para biksu. Mereka meminta pelaku untuk langsung meminta maaf pada korban. “Jika pemerintah tidak merespon, kami memiliki rencana untuk kembali menggelar aksi," tambah Thuzana.
Saat itu, puluhan biksu menderita luka-luka akibat tindakan keras aparat keamanan dalam menangani aksi protes. Selain luka lebab, sejumlah biksu juga mengalami luka bakar parah.
"Kami ingin mereka meminta maaf langsung kepada para biarawan yang dibakar selama tindakan keras di tambang tembaga gunung Latpadaung," kata Thuzana, seorang pimpinan aksi demo.
Pekan lalu, Menteri Urusan Agama Myanmar, Myint Maung telah meminta maaf kepada beberapa biksu yang paling senior. Maung menyatakan rasa sedih yang mendalam atas luka-luka yang diderita para biksu.
Sekitar 100 polisi juga dilaporkan telah meminta maaf kepada sekelompok biarawan di Monywa, sesaat setelah tindakan keras mereka.
Namun, upaya itu tetap tak berhasil meredam kemarahan para biksu. Mereka meminta pelaku untuk langsung meminta maaf pada korban. “Jika pemerintah tidak merespon, kami memiliki rencana untuk kembali menggelar aksi," tambah Thuzana.
(esn)