Luncurkan Unha-3, Korut langgar 3 resolusi DK PBB
Rabu, 12 Desember 2012 - 16:26 WIB
Luncurkan Unha-3, Korut langgar 3 resolusi DK PBB
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Filipina mengutuk sikap pemerintah Korut yang telah meluncurkan satelit Kwangmyongsong-3 dengan bantuan roket Unha-3, Rabu (12/12/2012) pagi pukul 9.49 waktu setempat. Filipina menilai, peluncuran roket itu adalah uji coba terselubung rudal balistik dan telah melanggar resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB.
“Korut telah melanggar resolusi DK PBB No.1695 tahun 2006, resolusi No.1874 tahun 2009, dan resolusi 1718 tahun 2006,” ungkap pemerintah Filipina.
Filipina mengatakan, Korut telah terang-terangan melanggar tiga resolusi tersebut dan tak mengindahkan larangan untuk tidak meluncuran teknologi rudal balistik dan menunda program pengembangan rudal balistik.
Meski tidak ada puing dari salah satu bagian roket Korut yang masuk ke wilayah daratan Filipina, namun berdasarkan hasil pencitraan satelit Amerika Serikat (AS), salah satu dari bagian tahap kedua roket Unha-3 mendarat di Samudra Pasifik, 300 km sebelah timur Filipina.
"Sekali lagi Pemerintah Filipina meminta Korut menghentikan tindakan provokasi dan penggunaan ataupun pengujian teknologi rudal balistik," ungkap pernyataan pemerintah Filipina.
Setelah peluncuran roket tersebut, Filipina akan bergabung dengan masyarakat internasional untuk mendesak Korut membangun dan terlibat langsung menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan Semenanjung Korea dan kawasan Pasifik.
“Korut telah melanggar resolusi DK PBB No.1695 tahun 2006, resolusi No.1874 tahun 2009, dan resolusi 1718 tahun 2006,” ungkap pemerintah Filipina.
Filipina mengatakan, Korut telah terang-terangan melanggar tiga resolusi tersebut dan tak mengindahkan larangan untuk tidak meluncuran teknologi rudal balistik dan menunda program pengembangan rudal balistik.
Meski tidak ada puing dari salah satu bagian roket Korut yang masuk ke wilayah daratan Filipina, namun berdasarkan hasil pencitraan satelit Amerika Serikat (AS), salah satu dari bagian tahap kedua roket Unha-3 mendarat di Samudra Pasifik, 300 km sebelah timur Filipina.
"Sekali lagi Pemerintah Filipina meminta Korut menghentikan tindakan provokasi dan penggunaan ataupun pengujian teknologi rudal balistik," ungkap pernyataan pemerintah Filipina.
Setelah peluncuran roket tersebut, Filipina akan bergabung dengan masyarakat internasional untuk mendesak Korut membangun dan terlibat langsung menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan Semenanjung Korea dan kawasan Pasifik.
(esn)