Topan Bopha ubah petani Filipina jadi pengemis

Rabu, 12 Desember 2012 - 15:21 WIB
Topan Bopha ubah petani...
Topan Bopha ubah petani Filipina jadi pengemis
A A A
Sindonews.com - Topan Bopha yang mengakibatkan 1.600 orang tewas atau hilang di Filipina selatan, juga menghancurkan seluruh tanaman pisang. Padahal, pisang adalah salah satu pendapatan ekspor negara miskin tersebut. ”Pertama-tama angin kencang datang, lalu hujan lebat. Atap kami lepas, rumah retak, dan kemudian dinding lenyap tertiup angin,” tutur Blanco (39), salah satu petani pisang di Kota New Bataan, Filipina Selatan.

”Saya memeriksa seluruh ladang dan semua tanaman pisang roboh. Panen kami lenyap. Pikiran pertama yang muncul ialah kami baru saja kehilangan masa depan kami,” ujar Ayah empat anak itu tanpa alas kaki, bercelana pendek, dan tidak memakai kaos.

Dia berdiri di tepi jalan bersama para tetangganya yang juga kehilangan segalanya dalam hitungan detik. Mereka kini mengemis di tepi jalan. Beberapa hari setelah Bopha menerjang New Bataan, mereka hanya bisa mengemis untuk meminta bantuan dari para pengendara yang melintas.

Bagi buruh perkebunan pisang seperti Ben Alpor, bencana alam itu berarti tiga anak terakhirnya dari tujuh anaknya, tidak dapat bersekolah. ”Saya tidak bisa menyekolahkannya. Sedikit tabungan yang kami miliki berada di sebuah celengan babi dan itu sudah hilang akibat Bopha. Kami harus menjadi pengemis untuk mendapat makanan, padahal sebelumnya kami cukup makan,” ujarnya.

Lembah di selatan Pulau Mindanao ini merupakan pusat industri pisang. New Bataan di kelilingi pegunungan yang sejak lama mampu melindungi daerah itu dari berbagai badai, hingga akhirnya Bopha berhasil menerjangnya.

Sejak 1960-an,lembah itu dihuni para migran yang menemukan lokasi ideal menanam pisang, produk pertanian yang diekspor menghasilkan sebesar USD471 juta tahun lalu, atau sekitar 12% dari total ekspor pertanian Filipina.

Sementara itu, pemerintah Filipina kemarin menyatakan, korban tewas akibat Bopha mencapai 700 lebih dan ratusan korban dinyatakan hilang. Kantor pertahanan sipil melaporkan, Bopha mengakibatkan banjir dan tanah longsor di pulau Mindanao bagian selatan pada 4 Desember lalu.
(esn)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
9 menit yang lalu
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
35 menit yang lalu
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
1 jam yang lalu
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
2 jam yang lalu
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
3 jam yang lalu
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved