Rusia & AS terus pantau perkembangan roket Korut
Selasa, 11 Desember 2012 - 22:19 WIB
Rusia & AS terus pantau perkembangan roket Korut
A
A
A
Sindonews.com – Meski Korea Utara (Korut) telah mengumumkan penundaan peluncuran roket, dari kisaran 10 hingga 22 Desember, menjadi 29 Desember, namun sejumlah negara mengaku terus memantau perkembangan peluncuran ini.
Rusia mengaku akan memonitor secara terus menerus rencana peluncuran roket Korut itu. "Kami akan memantau dan dalam hal apapun, peringatan serangan rudal dan sistem kontrol ruang udara kami akan bekerja," kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Oleg Ostapenko, Selasa (11/12/2012), seperti dikutip dari kantor berita Interfax.
Ostapenko menyatakan, status siaga tinggi tak akan diterapkan pada unit pertahanan udara Rusia di Timur Jauh. Sebab, roket Korut yang diduga membawa rudal berhulu ledak nuklir itu tak akan mengancam sistem anti rudal Rusia.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) masih tetap melontarkan rasa cemasnya atas rencana Korut ini.
"Kami tetap khawatir, bahwa ini hanyalah penundaan dan Korut masih berencana untuk meluncurkan rudal atau satelit atau sesuatu yang akan melanggar kewajiban internasional mereka," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland.
"Pada dasarnya, rencana mereka tidak berubah. Seperti yang kita katakan sebelumnya, setiap peluncuran Korut yang menggunakan teknologi rudal balistik akan melanggar langsung resolusi Dewan Keamanan PBB 1718 dan 1874," lanjutnya.
Rusia mengaku akan memonitor secara terus menerus rencana peluncuran roket Korut itu. "Kami akan memantau dan dalam hal apapun, peringatan serangan rudal dan sistem kontrol ruang udara kami akan bekerja," kata Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Oleg Ostapenko, Selasa (11/12/2012), seperti dikutip dari kantor berita Interfax.
Ostapenko menyatakan, status siaga tinggi tak akan diterapkan pada unit pertahanan udara Rusia di Timur Jauh. Sebab, roket Korut yang diduga membawa rudal berhulu ledak nuklir itu tak akan mengancam sistem anti rudal Rusia.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) masih tetap melontarkan rasa cemasnya atas rencana Korut ini.
"Kami tetap khawatir, bahwa ini hanyalah penundaan dan Korut masih berencana untuk meluncurkan rudal atau satelit atau sesuatu yang akan melanggar kewajiban internasional mereka," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland.
"Pada dasarnya, rencana mereka tidak berubah. Seperti yang kita katakan sebelumnya, setiap peluncuran Korut yang menggunakan teknologi rudal balistik akan melanggar langsung resolusi Dewan Keamanan PBB 1718 dan 1874," lanjutnya.
(esn)