AS dan Iran tak bisa lakukan negosiasi langsung
Selasa, 11 Desember 2012 - 20:26 WIB
AS dan Iran tak bisa lakukan negosiasi langsung
A
A
A
Sindonews.com - Perbedaan strategis antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sangat mendalam dan tidak dapat diselesaikan melalui negosiasi langsung. Hal ini diungkapkan oleh Ali Saeedi, pejabat tinggi dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), Selasa (11/12/2012).
"Musuh bermaksud untuk menyeret kami ke tempat sendiri, tapi kami memiliki banyak perbedaan pendapat strategis dengan AS. Termasuk soal Hizbullah di Libanon, Palestina, Pemerintahan Syiah di Irak, dan masalah Bahrain. Tidak ada yang dapat diselesaikan dalam kerangka perundingan dengan AS," kata Saeedi, seperti dikutip dari kantor berita Fars.
Ia mengatakan, perundingan dengan AS melawan kehendak rakyat Iran. “Sanksi yang dijatuhkan dunai Barat dan kondisi ekonomi negara saat ini tidak harus mendorong beberapa orang untuk berpendapat, bahwa sekarang AS bisa memaksa Iran untuk bernegosiasi dengan mereka,” lanjut Saeedi.
AS dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada April 1980, setelah mahasiswa Iran merebut pusat spionase di Kedubes AS di Teheran. Sejak itu, kedua negara mengalami ketegangan hubungan. AS dan Iran menghindari pembicaraan tentang isu-isu bilateral selama 30 tahun terakhir.
Beberapa minggu sebelum pemilihan presiden AS pada Oktober silam, New York Times melaporkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan untuk mengadakan negosiasi langsung. Iran langsung membantah keras hal ini.
Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi menepis laporan itu dan menekankan, bahwa tidak akan ada pembicaraan antara kedua negara. "Kami tidak memiliki sesuatu yang disebut negosiasi dengan AS," kata Salehi.
"Musuh bermaksud untuk menyeret kami ke tempat sendiri, tapi kami memiliki banyak perbedaan pendapat strategis dengan AS. Termasuk soal Hizbullah di Libanon, Palestina, Pemerintahan Syiah di Irak, dan masalah Bahrain. Tidak ada yang dapat diselesaikan dalam kerangka perundingan dengan AS," kata Saeedi, seperti dikutip dari kantor berita Fars.
Ia mengatakan, perundingan dengan AS melawan kehendak rakyat Iran. “Sanksi yang dijatuhkan dunai Barat dan kondisi ekonomi negara saat ini tidak harus mendorong beberapa orang untuk berpendapat, bahwa sekarang AS bisa memaksa Iran untuk bernegosiasi dengan mereka,” lanjut Saeedi.
AS dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada April 1980, setelah mahasiswa Iran merebut pusat spionase di Kedubes AS di Teheran. Sejak itu, kedua negara mengalami ketegangan hubungan. AS dan Iran menghindari pembicaraan tentang isu-isu bilateral selama 30 tahun terakhir.
Beberapa minggu sebelum pemilihan presiden AS pada Oktober silam, New York Times melaporkan bahwa Washington dan Teheran telah mencapai kesepakatan untuk mengadakan negosiasi langsung. Iran langsung membantah keras hal ini.
Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi menepis laporan itu dan menekankan, bahwa tidak akan ada pembicaraan antara kedua negara. "Kami tidak memiliki sesuatu yang disebut negosiasi dengan AS," kata Salehi.
(esn)