Abbas: Israel selalu tahan uang Palestina
Senin, 10 Desember 2012 - 20:59 WIB
Abbas: Israel selalu tahan uang Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengaku akan mengambil “posisi baru” jika Israel terus membangun pemukiman dan menyita pendapatan pajak Palestina. Pernyataan ini disampaikan Abbas pada pertemuan Liga Arab, Minggu (9/12/2012), di Doha, Qatar.
Abbas mengecam sikap Israel yang memotong pajak berutang pada pemerintahannya. "Setiap kali marah dengan siapa pun di dunia, Israel selalu menahan uang Palestina. Mereka tidak memiliki hak untuk melakukan itu," tandas Abbas, seperti dikutip dari kantor berita Maán.
Abbas juga menekankan pentingnya Inisiatif Perdamaian Arab, yang diperkenalkan oleh Arab Saudi pada 2002 dan disetujui pada beberapa Konferensi Tingkat Tinggi di wilayah Timur Tengah.
"Inisiatif ini sebenarnya terpojok antara Israel dan dunia Barat. Jika Israel menarik diri dari tanah Arab dan Palestina, 57 negara Arab dan Islam akan menormalkan hubungan dengan Israel," kata Abbas.
Abbas juga menjelaskan upayanya untuk menulis sebuah konstitusi Palestina. "Kami memiliki semi proyek. Kami berharap untuk mengevaluasi konstitusi ini sebelum kami mengumumkannya," lanjut Abbas.
Sebagai bentuk balasan atas peningkatan status Palestina di PBB, Israel memang mengumumkan bakal meneruskan pembangunan di wilayah E-1 dan menahan dana pajak Palestina di Jalur Gaza. Dua tindakan yang mendapat kecaman keras dari negara-negara di dunia.
Abbas mengecam sikap Israel yang memotong pajak berutang pada pemerintahannya. "Setiap kali marah dengan siapa pun di dunia, Israel selalu menahan uang Palestina. Mereka tidak memiliki hak untuk melakukan itu," tandas Abbas, seperti dikutip dari kantor berita Maán.
Abbas juga menekankan pentingnya Inisiatif Perdamaian Arab, yang diperkenalkan oleh Arab Saudi pada 2002 dan disetujui pada beberapa Konferensi Tingkat Tinggi di wilayah Timur Tengah.
"Inisiatif ini sebenarnya terpojok antara Israel dan dunia Barat. Jika Israel menarik diri dari tanah Arab dan Palestina, 57 negara Arab dan Islam akan menormalkan hubungan dengan Israel," kata Abbas.
Abbas juga menjelaskan upayanya untuk menulis sebuah konstitusi Palestina. "Kami memiliki semi proyek. Kami berharap untuk mengevaluasi konstitusi ini sebelum kami mengumumkannya," lanjut Abbas.
Sebagai bentuk balasan atas peningkatan status Palestina di PBB, Israel memang mengumumkan bakal meneruskan pembangunan di wilayah E-1 dan menahan dana pajak Palestina di Jalur Gaza. Dua tindakan yang mendapat kecaman keras dari negara-negara di dunia.
(esn)