Korban topan Bopha butuh bantuan USD65 juta
Senin, 10 Desember 2012 - 20:42 WIB
Korban topan Bopha butuh bantuan USD65 juta
A
A
A
Sindonews.com - Luiza Carvalho, Koordinator Badan Kemanusiaan PBB mengajak masyarakat internasional untuk membantu korban topan Bopha di Filipina. PBB memperkirakan, dibutuhkan dana USD65 juta untuk membantu para korban.
"Rencana aksi pemulihan akan diprioritaskan bagi penyediaan tempat berlindung, penyediaan pangan,dan air bersih bagi 480 ribu korban yang berada di wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah. Di samping itu, kami juga akan membantu pemulihan lahan pertanian bagi penduduk Mindanao," ungkap Carvalho, seperti dikutip dari Reuters.
Carvalho mengaku telah mengunjungi langsung Kota Davao. "Dampak topan itu benar-benar di luar bayangan. Desa tersebut hancur total. Sebagian besar rumah rata dengan tanah, sementara wanita hamil, orang tua, dan anak-anak tidak punya rumah untuk berlindung,” lanjutnya.
Carvalho menyatakan, PBB akan terus mendampingi para korban. "Selama dibutuhkan, PBB berjanji untuk bekerjasama dengan pemerintah dan rakyat Filipina sampai mereka kembali mandiri," ungkap Carvalho.
Sementara itu, Benito Ramos Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Resiko Bencana Filipina mengatakan, Pemerintah Filipina berjanji akan terus menerjunkan bantuan pada warga mereka yang menjadi korban. Kabarnya, banyak korban yang terpaksa menjarah dan mengemis demi mendapatkan makanan.
"Kami akan melakukan segara cara untuk mengirimkan bantuan pada korban bencana. Tapi, kami berharap para koran memahami kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah. Untuk mendistribusikan bantuan lewat jalur darat tidaklah mudah," ungkap Carvalho.
Sampai saat ini, baru Amerika Serikat (AS) dan Malaysia yang telah memberikan bantuan kepada korban topan Bopha. Malaysia telah mengirimkan bantuan makanan sejumlah 13 ton senilai USD114 ribu. Sementara Duta besar AS di Filipina, Harry Thomas mengatakan, pemerintah AS telah memberikan bantuan sebesar USD3 juta, termasuk biaya penampungan, makanan, dan kebutuhan logistik.
Sementara Pemerintah Jepang berjanji akan mengirimkan bantuan senilai USD545 ribu. Badan Penanggulangan Bencana Filipina (NDRRMC), hari ini mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat topan Bopha menjadi 645 orang. Sementara korban hilang bertambah menjadi 780 orang. Sedangkan total korban luka-luka mencapai 1.482 orang.
"Rencana aksi pemulihan akan diprioritaskan bagi penyediaan tempat berlindung, penyediaan pangan,dan air bersih bagi 480 ribu korban yang berada di wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah. Di samping itu, kami juga akan membantu pemulihan lahan pertanian bagi penduduk Mindanao," ungkap Carvalho, seperti dikutip dari Reuters.
Carvalho mengaku telah mengunjungi langsung Kota Davao. "Dampak topan itu benar-benar di luar bayangan. Desa tersebut hancur total. Sebagian besar rumah rata dengan tanah, sementara wanita hamil, orang tua, dan anak-anak tidak punya rumah untuk berlindung,” lanjutnya.
Carvalho menyatakan, PBB akan terus mendampingi para korban. "Selama dibutuhkan, PBB berjanji untuk bekerjasama dengan pemerintah dan rakyat Filipina sampai mereka kembali mandiri," ungkap Carvalho.
Sementara itu, Benito Ramos Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Resiko Bencana Filipina mengatakan, Pemerintah Filipina berjanji akan terus menerjunkan bantuan pada warga mereka yang menjadi korban. Kabarnya, banyak korban yang terpaksa menjarah dan mengemis demi mendapatkan makanan.
"Kami akan melakukan segara cara untuk mengirimkan bantuan pada korban bencana. Tapi, kami berharap para koran memahami kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah. Untuk mendistribusikan bantuan lewat jalur darat tidaklah mudah," ungkap Carvalho.
Sampai saat ini, baru Amerika Serikat (AS) dan Malaysia yang telah memberikan bantuan kepada korban topan Bopha. Malaysia telah mengirimkan bantuan makanan sejumlah 13 ton senilai USD114 ribu. Sementara Duta besar AS di Filipina, Harry Thomas mengatakan, pemerintah AS telah memberikan bantuan sebesar USD3 juta, termasuk biaya penampungan, makanan, dan kebutuhan logistik.
Sementara Pemerintah Jepang berjanji akan mengirimkan bantuan senilai USD545 ribu. Badan Penanggulangan Bencana Filipina (NDRRMC), hari ini mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat topan Bopha menjadi 645 orang. Sementara korban hilang bertambah menjadi 780 orang. Sedangkan total korban luka-luka mencapai 1.482 orang.
(esn)