Dampak topan Bopha, 700 warga Filipina masih hilang
Senin, 10 Desember 2012 - 17:06 WIB
Dampak topan Bopha, 700 warga Filipina masih hilang
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Filipina (NDRRMC) mengumumkan jumlah korban tewas akibat topan Bopha meningkat menjadi 647 orang, Senin (10/12/2012).
"Jumlah korban tewas akibat topan Bopha menjadi 645 orang, sementara korban hilang bertambah menjadi 780 orang. Sedangkan total korban luka-luka mencapai 1.482 orang," ungkap NDRRMC, seperti dilansir Xinhua, Senin (10/12/2012).
NDRRMC menambahkan, topan Bopha mempengaruhi kehidupan 5,4 juta penduduk dari 30 Provinsi di Filipina, khususnya di wilayah Selatan Filipina. Topan ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur senilai 3,48 miliar Peso atau sekira USD 84,5 juta.
Sementara itu, Departemen Pertanian Filipina mengatakan, topan Bopha telah menghancurkan sejumlah ladang. Hal ini menyebabkan para petani jagung dan pisang mengalami kerugian hingga 8,6 miliar peso atau sekira USD210 juta.
Presiden Filipina, Benigno Aquino II telah menempatkan 50 wilayah di bagian barat, pusat, dan selatan Filipina sebagai wilayah bencana yang mengalami dampak terburuk pasca bencana topan Bopha.
Topan Bopha yang menghantam wilayah Filipina pada 4 Desember lalu merupakan topan terparah yang menghantam negara itu dalam kurun 16 tahun terakhir. Topan Bopha yang membawa angin dengan kekuatan lebih dari 120 km per jam ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Filipina.
"Jumlah korban tewas akibat topan Bopha menjadi 645 orang, sementara korban hilang bertambah menjadi 780 orang. Sedangkan total korban luka-luka mencapai 1.482 orang," ungkap NDRRMC, seperti dilansir Xinhua, Senin (10/12/2012).
NDRRMC menambahkan, topan Bopha mempengaruhi kehidupan 5,4 juta penduduk dari 30 Provinsi di Filipina, khususnya di wilayah Selatan Filipina. Topan ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur senilai 3,48 miliar Peso atau sekira USD 84,5 juta.
Sementara itu, Departemen Pertanian Filipina mengatakan, topan Bopha telah menghancurkan sejumlah ladang. Hal ini menyebabkan para petani jagung dan pisang mengalami kerugian hingga 8,6 miliar peso atau sekira USD210 juta.
Presiden Filipina, Benigno Aquino II telah menempatkan 50 wilayah di bagian barat, pusat, dan selatan Filipina sebagai wilayah bencana yang mengalami dampak terburuk pasca bencana topan Bopha.
Topan Bopha yang menghantam wilayah Filipina pada 4 Desember lalu merupakan topan terparah yang menghantam negara itu dalam kurun 16 tahun terakhir. Topan Bopha yang membawa angin dengan kekuatan lebih dari 120 km per jam ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Filipina.
(esn)