Korut mundurkan rencana peluncuran roket hingga 29 Desember
Senin, 10 Desember 2012 - 17:04 WIB
Korut mundurkan rencana peluncuran roket hingga 29 Desember
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara (Korut) berencana memperpanjang penundaan pelucuran roketnya hingga 29 Desember mendatang. Penundaan ini disebabkan karena bagian pertama pada kontrol mesin mengalami kekurangan.
"Para ilmuan dan teknisi telah menemukan kekurangan pada tahap pertama di bagian kontrol mesin roket yang akan membantu peluncuran. Karenanya, kami memutuskan untuk memperpanjang penundaan peluncuran satelit sampai 29 Desember mendatang," ungkap Juru Bicara Komite Teknologi Antariksa Korut, seperti dilansir Yonhap, Senin (10/12/2012).
Sementara itu, harian Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo memberitakan, berdasarkan hasil pencitraan di landasan peluncuran di daerah Tongchang-ri, terdapat pergerakan kompenen yang rusak.
"Dari hasil pencitraan satelit, Korut dipastikan akan menunda proses peluncuran roket, karena menghadapi masalah pada tahap ketiga roket," ungkap Chosun Ilbo mengutip sumber pemerintah Korsel.
Dinas militer dan agen mata-mata Korsel menolak untuk mengkonfirmasi laporan tersebut. Seperti diketahui, tidak ada satupun pemberitaan mengenai Korut yang dapat di konfirmasi, karena pemerintah mengontrol berita dan arus informasi terkait kepentingan militer dan pemimpin mereka.
Sejumlah negara menuding Korut meluncurkan roket untuk mengujicoba rudal balistik dengan jangkauan 6.700 km yang mampu menjangkau sasaran yang berada di Amerika Serikat sekalipun. Namun, Korut mengaku peluncuran roket bertujuan untuk menempatkan satelit ke orbit bumi.
"Para ilmuan dan teknisi telah menemukan kekurangan pada tahap pertama di bagian kontrol mesin roket yang akan membantu peluncuran. Karenanya, kami memutuskan untuk memperpanjang penundaan peluncuran satelit sampai 29 Desember mendatang," ungkap Juru Bicara Komite Teknologi Antariksa Korut, seperti dilansir Yonhap, Senin (10/12/2012).
Sementara itu, harian Korea Selatan (Korsel), Chosun Ilbo memberitakan, berdasarkan hasil pencitraan di landasan peluncuran di daerah Tongchang-ri, terdapat pergerakan kompenen yang rusak.
"Dari hasil pencitraan satelit, Korut dipastikan akan menunda proses peluncuran roket, karena menghadapi masalah pada tahap ketiga roket," ungkap Chosun Ilbo mengutip sumber pemerintah Korsel.
Dinas militer dan agen mata-mata Korsel menolak untuk mengkonfirmasi laporan tersebut. Seperti diketahui, tidak ada satupun pemberitaan mengenai Korut yang dapat di konfirmasi, karena pemerintah mengontrol berita dan arus informasi terkait kepentingan militer dan pemimpin mereka.
Sejumlah negara menuding Korut meluncurkan roket untuk mengujicoba rudal balistik dengan jangkauan 6.700 km yang mampu menjangkau sasaran yang berada di Amerika Serikat sekalipun. Namun, Korut mengaku peluncuran roket bertujuan untuk menempatkan satelit ke orbit bumi.
(esn)