Korut tunda rencana peluncuran roket, Jepang tetap waspada
Senin, 10 Desember 2012 - 13:19 WIB
Korut tunda rencana peluncuran roket, Jepang tetap waspada
A
A
A
Sindonews.com - Jepang menutup mata terhadap sejumlah komentar dan tetap bersiaga penuh menghadapi kemungkinan peluncuran roket Korea Utara (Korut). Jepang terus memantau perkembangan roket Korut dan membiarkan sistem pertahanan rudal mereka bekerja.
Menteri Pertahanan Satoshi Morimoto mengatakan, Tokyo akan tetap menutup mata pada perkembangan roket Korut, meskipun komentar tersebut datang dari Korut.
"Kami pikir, perubahan rencana peluncuran yang disampaikan oleh Korut tidak akan mengubah sikap Tokyo. Kami akan tetap terus menyiagakan semua hal, kecuali jika Korut memberikan pengumuman resmi terkait pembatalan tersebut," ungkap Marimoto seperti diberitakan Reuters, Senin (10/12/2012).
Senada dengan Menhan Jepang, Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda mengatakan, mereka akan melakukan semua tindakan yang mungkin dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Seperti diketahuim, kemarin Korut mengatakan, mereka mungkin menunda rencana peluncuran roket, karena mengalami masalah teknis. "Para ilmuwan sekarang sedang melakukan pemeriksaan untuk rencana peluncuran satelit karena beberapa alasan," ungkap Komite Teknologi Antariksa Korut, Minggu (9/12/2012).
Menteri Pertahanan Satoshi Morimoto mengatakan, Tokyo akan tetap menutup mata pada perkembangan roket Korut, meskipun komentar tersebut datang dari Korut.
"Kami pikir, perubahan rencana peluncuran yang disampaikan oleh Korut tidak akan mengubah sikap Tokyo. Kami akan tetap terus menyiagakan semua hal, kecuali jika Korut memberikan pengumuman resmi terkait pembatalan tersebut," ungkap Marimoto seperti diberitakan Reuters, Senin (10/12/2012).
Senada dengan Menhan Jepang, Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda mengatakan, mereka akan melakukan semua tindakan yang mungkin dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Seperti diketahuim, kemarin Korut mengatakan, mereka mungkin menunda rencana peluncuran roket, karena mengalami masalah teknis. "Para ilmuwan sekarang sedang melakukan pemeriksaan untuk rencana peluncuran satelit karena beberapa alasan," ungkap Komite Teknologi Antariksa Korut, Minggu (9/12/2012).
(esn)