Iran kutuk uji coba subkritis nuklir AS
Minggu, 09 Desember 2012 - 14:48 WIB
Iran kutuk uji coba subkritis nuklir AS
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Ramin Mehmanparast mengutuk sikap Amerika Serikat (AS) atas uji coba subkritis nuklir, Rabu 5 Desember lalu. Uji coba nuklir bawah tanah dilakukan tanpa memicu ledakan bom
"Kami mengutuk uji coba subkritis nuklir AS menilai langkah tersebut membahayakan perdamaian global dan menunjukkan kemunafikan Washington atas standar ganda pengelolaan nuklir," ungkap Mehmanparast seperti dilansir dalam IRNA, Minggu (9/12/2012).
Mehmanparast mengatakan uji coba ini merupakan sebuah contoh yang jelas bahwa AS telah berulangkali melakukan perlanggaran terhadap komitmen masyarakat internasional untuk melucuti senjata pemusnah massal.
"AS sebenarnya terus melanjutkan kebijakan mereka karena terus bergantung pada senjata pemusnah massal, mengacu pada pembatalan konfrensi Timur Tengah yang bebas nuklir," terang Mehmanparast.
Sebagai negara pengelola senjata nuklir demi kepentingan damai, Iran akan tegas mewujudkan pelucutan senjata pemusnah massal guna mewujudkan perdamaian global seperti diperintahkan oleh pemimpin revolusi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Seperti diketahui, AS melakukan uji coba subkritis nuklir untuk mempelajari perilaku nuklir tanpa memicu ledakan atom di Nevada. "Tes ini dilakukan untuk memberikan informasi penting untuk menjaga efektivitas senjata nuklir AS," ungkap Departemen Energi AS.
"Percobaan ini akan mempertahankan kemampuan sekaligus memastikan keamanan dan efektivitas cadangan senjata nuklir tanpa harus melakukan uji cba bawah tanah," terang Thomas D'Agostino, Kepala Administrasi Keamanan Nuklir Nasional AS.
Uji coba subkritis nuklir merupakan jenis tes yang dilakukan tanpa memicu reaksi berantai yang akan memicu ledakan nuklir, dengan mengamati prilaku plutonium saat dikejutkan dengan sebuah bahan kimia berkekuatan besar.
Hal serupa diungkapkan Walikota Hiroshima Kazumi Matsui yang ikut mengecam kebijakan tersebut., "uji coba nuklir subkritis, itu bertentangan dengan ajakan global untuk penghapusan senjata nuklir," pungkasnya.
Sementara itu,Hisao Kato (83) salah satu korban ledakan bom atom Hiroshima yang saat itu berusia 16 tahun sangat marah dengan sikap AS karena bertentangan dengan tren global, menghapus senjata nuklir.
"Padahal di dunia ini banyak orang yang berharap pada Presiden Barack Obama agar AS menghapus senjata nuklir, tapi saya pikir harapan tersebut mungkin salah," ujarnya.
"Kami mengutuk uji coba subkritis nuklir AS menilai langkah tersebut membahayakan perdamaian global dan menunjukkan kemunafikan Washington atas standar ganda pengelolaan nuklir," ungkap Mehmanparast seperti dilansir dalam IRNA, Minggu (9/12/2012).
Mehmanparast mengatakan uji coba ini merupakan sebuah contoh yang jelas bahwa AS telah berulangkali melakukan perlanggaran terhadap komitmen masyarakat internasional untuk melucuti senjata pemusnah massal.
"AS sebenarnya terus melanjutkan kebijakan mereka karena terus bergantung pada senjata pemusnah massal, mengacu pada pembatalan konfrensi Timur Tengah yang bebas nuklir," terang Mehmanparast.
Sebagai negara pengelola senjata nuklir demi kepentingan damai, Iran akan tegas mewujudkan pelucutan senjata pemusnah massal guna mewujudkan perdamaian global seperti diperintahkan oleh pemimpin revolusi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Seperti diketahui, AS melakukan uji coba subkritis nuklir untuk mempelajari perilaku nuklir tanpa memicu ledakan atom di Nevada. "Tes ini dilakukan untuk memberikan informasi penting untuk menjaga efektivitas senjata nuklir AS," ungkap Departemen Energi AS.
"Percobaan ini akan mempertahankan kemampuan sekaligus memastikan keamanan dan efektivitas cadangan senjata nuklir tanpa harus melakukan uji cba bawah tanah," terang Thomas D'Agostino, Kepala Administrasi Keamanan Nuklir Nasional AS.
Uji coba subkritis nuklir merupakan jenis tes yang dilakukan tanpa memicu reaksi berantai yang akan memicu ledakan nuklir, dengan mengamati prilaku plutonium saat dikejutkan dengan sebuah bahan kimia berkekuatan besar.
Hal serupa diungkapkan Walikota Hiroshima Kazumi Matsui yang ikut mengecam kebijakan tersebut., "uji coba nuklir subkritis, itu bertentangan dengan ajakan global untuk penghapusan senjata nuklir," pungkasnya.
Sementara itu,Hisao Kato (83) salah satu korban ledakan bom atom Hiroshima yang saat itu berusia 16 tahun sangat marah dengan sikap AS karena bertentangan dengan tren global, menghapus senjata nuklir.
"Padahal di dunia ini banyak orang yang berharap pada Presiden Barack Obama agar AS menghapus senjata nuklir, tapi saya pikir harapan tersebut mungkin salah," ujarnya.
(esn)