Tak ada WNI yang jadi korban topan Bopha
Sabtu, 08 Desember 2012 - 21:28 WIB
Tak ada WNI yang jadi korban topan Bopha
A
A
A
Sindonews.com - Topan Bopha yang membawa angin dengan kekuatan 150-180 km per jam dan melanda Davao Oriental, sekitar 90 km kota Davao, meluluhlantakan sebagian wilayah Davao. Hingga hari keempat musibah itu, tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban topan Bopha.
Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri RI, PLE Priatna menuturkan hal tersebut usai menerima perkembangan terakhir dari Konjen RI di Davao, Eko Hartono, Minggu (8/12). KJRI Davao telah melakukan langkah tanggap dengan memberikan bantuan di wilayah Davao Oriental.
Hari ini, Hartono baru saja menyerahkan bantuan dari Pemerintah Indonesia berupa bahan makanan sekitar 1 ton atau senilai USD3.000. Atas nama Pemerintah Indonesia, Eko menyampaikan Indonesia turut berduka dan bersimpati atas jatuhnya korban topan itu.
“KJRI Davao City dengan kemampuan yang ada, siap membantu Pemerintah Filipina dan rakyat di Mindanao yang terkena musibah,” demikian ditegaskan Eko, seperti yang tertuang dalam rilis Kemenlu.
Otoritas setempat mencatat, saat ini banjir telah mengakibatkan 407 orang meninggal dan diperkirakan lebih dari 500 orang masih hilang.
Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri RI, PLE Priatna menuturkan hal tersebut usai menerima perkembangan terakhir dari Konjen RI di Davao, Eko Hartono, Minggu (8/12). KJRI Davao telah melakukan langkah tanggap dengan memberikan bantuan di wilayah Davao Oriental.
Hari ini, Hartono baru saja menyerahkan bantuan dari Pemerintah Indonesia berupa bahan makanan sekitar 1 ton atau senilai USD3.000. Atas nama Pemerintah Indonesia, Eko menyampaikan Indonesia turut berduka dan bersimpati atas jatuhnya korban topan itu.
“KJRI Davao City dengan kemampuan yang ada, siap membantu Pemerintah Filipina dan rakyat di Mindanao yang terkena musibah,” demikian ditegaskan Eko, seperti yang tertuang dalam rilis Kemenlu.
Otoritas setempat mencatat, saat ini banjir telah mengakibatkan 407 orang meninggal dan diperkirakan lebih dari 500 orang masih hilang.
(esn)