Setelah Gaza, Meshaal juga akan mengunjungi Jerusalem
Sabtu, 08 Desember 2012 - 08:00 WIB
Setelah Gaza, Meshaal juga akan mengunjungi Jerusalem
A
A
A
Sindonews.com – Pemimpin Hamas yang baru kembali dari pengasingan selama 45 tahun, Khalid Meshaal berencana untuk mengunjungi Jerusalem, Sabtu (8/12/201). Satu hari sebelumnya, Meshaal untuk kali pertama menginjakan kaki di Jalur Gaza.
Meshaal yang saat ini berusia 56 tahun, meninggalkan Gaza pada umur 11 tahun. Sesaat setelah menginjakan kaki di Gaza, Meshaal bersujud dan mencium tanah Gaza. Ia juga sempat meneteskan air mata saat disambut oleh Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh.
Dalam pidato pertamanya di Gaza, Meshaal memuji rakyat Gaza dan faksi-faksi politik Palestina lainnya. "Kami para politisi berhutang kepada rakyat Gaza," katanya, seperti dikutip dari kantor berita Maán.
Meshaal mengatakan, kunjungannya ke Gaza kali ini ibarat "kelahiran ketiga" nya, mengacu pada upaya pembunuhan oleh agen intelijen Israel, Mossad Israel pada dirinya di tahun 1997. Haniyeh menyebut kedatangan Meshaal sebagai momen bersejarah bagi Palestina.
Meshaal juga akan mengunjungi rumah almarhum pendiri dan pemimpin spiritual Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, yang dibunuh oleh Israel pada 2004 dan rumah komandan militer Hamas, Ahmad al-Jaabari dan pengawalnya Mohammad al-Hams, yang dibunuh Israel pada 14 November, pada awal perang delapan hari di Gaza.
Meshaal yang saat ini berusia 56 tahun, meninggalkan Gaza pada umur 11 tahun. Sesaat setelah menginjakan kaki di Gaza, Meshaal bersujud dan mencium tanah Gaza. Ia juga sempat meneteskan air mata saat disambut oleh Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh.
Dalam pidato pertamanya di Gaza, Meshaal memuji rakyat Gaza dan faksi-faksi politik Palestina lainnya. "Kami para politisi berhutang kepada rakyat Gaza," katanya, seperti dikutip dari kantor berita Maán.
Meshaal mengatakan, kunjungannya ke Gaza kali ini ibarat "kelahiran ketiga" nya, mengacu pada upaya pembunuhan oleh agen intelijen Israel, Mossad Israel pada dirinya di tahun 1997. Haniyeh menyebut kedatangan Meshaal sebagai momen bersejarah bagi Palestina.
Meshaal juga akan mengunjungi rumah almarhum pendiri dan pemimpin spiritual Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, yang dibunuh oleh Israel pada 2004 dan rumah komandan militer Hamas, Ahmad al-Jaabari dan pengawalnya Mohammad al-Hams, yang dibunuh Israel pada 14 November, pada awal perang delapan hari di Gaza.
(esn)