Pantau persiapan nuklir Korut, AS geser kapal perang
Jum'at, 07 Desember 2012 - 17:37 WIB
Pantau persiapan nuklir Korut, AS geser kapal perang
A
A
A
Sindonews.com - Samuel Locklear, Komandan pasukan Amerika Serikat (AS) di kawasan Asia Pasifik memerintahkan kapal perang AS mengubah haluan, sekaligus mencari kemungkinan untuk menggagalkan rencana peluncuran nuklir Korea Utara (Korut). Kapal AS diinstruksikan untuk memantau peluncuran roket Korut dari jarak sedekat mungkin.
"Saya telah menginstruksikan kapal perang AS untuk pindah ke lokasi terbaik untuk melacak rencana peluncuran, serta menyaksikan momen peluncuran roket Korut. Peluncuran ini kemungkinan dilaksanakan sekitar 10-22 Desember mendatang," ungkap Locklear seperti dilansir Reuters, Jumat (7/12/2012).
Locklear menilai, rencana pergesaran kapal AS tersebut adalah tindakan logis. "Kita jadi lebih tahu, sejauh apa perubahan yang mereka lakukan. Dalam tingkatan tertentu, kapal perang yang diutus untuk memantau langsung roket Korut memiliki kemampuan menahan serangan rudal balistik. Maka kami akan memposisikan mereka untuk dapat melakukan tindakan tersebut,” lanjutnya.
Locklear juga melihat masih ada tanda dari pemerintahan Korut, bahwa mereka akan membatalkan rencana peluncuran ini. "Kami mendorong pemimpinan Korut mempertimbangkan rencana pencuran roket dan implikasi terhadap keamanan di Semenanjung Korea dan di Asia," ungkap Locklear.
Seperti diketahui, Korut mengaku akan meluncurkan roket untuk menempatkan satelit ke orbit bumi. Kemarin, Korut dilaporkan telah menyelesaikan tiga tahap peluncuran roket jarak jauh di landasan peluncuran di daerah Dongchang-ri.
"Saya telah menginstruksikan kapal perang AS untuk pindah ke lokasi terbaik untuk melacak rencana peluncuran, serta menyaksikan momen peluncuran roket Korut. Peluncuran ini kemungkinan dilaksanakan sekitar 10-22 Desember mendatang," ungkap Locklear seperti dilansir Reuters, Jumat (7/12/2012).
Locklear menilai, rencana pergesaran kapal AS tersebut adalah tindakan logis. "Kita jadi lebih tahu, sejauh apa perubahan yang mereka lakukan. Dalam tingkatan tertentu, kapal perang yang diutus untuk memantau langsung roket Korut memiliki kemampuan menahan serangan rudal balistik. Maka kami akan memposisikan mereka untuk dapat melakukan tindakan tersebut,” lanjutnya.
Locklear juga melihat masih ada tanda dari pemerintahan Korut, bahwa mereka akan membatalkan rencana peluncuran ini. "Kami mendorong pemimpinan Korut mempertimbangkan rencana pencuran roket dan implikasi terhadap keamanan di Semenanjung Korea dan di Asia," ungkap Locklear.
Seperti diketahui, Korut mengaku akan meluncurkan roket untuk menempatkan satelit ke orbit bumi. Kemarin, Korut dilaporkan telah menyelesaikan tiga tahap peluncuran roket jarak jauh di landasan peluncuran di daerah Dongchang-ri.
(esn)