Demi dongkrak wibawa, Jong-un ngotot luncurkan rudal
Jum'at, 07 Desember 2012 - 16:43 WIB
Demi dongkrak wibawa, Jong-un ngotot luncurkan rudal
A
A
A
Sindonews.com – Pejabat Korea Selatan (Korsel) menilai, rencana peluncuran roket Korea Utara (Korut) yang dijadwalkan antara 10-22 Desember mendatang, dilakukan semata hanya untuk meningkatkan wibawa Pemimpin muda Korut, Kom Jong-un.
“Pemimpin muda Korut itu ingin menggunakan momen peluncuran roket untuk meningkatkan wibawa di internal Korut. Ia juga akan menindak keras tanda-tanda perbedaan pendapat di masa transisi kekuasaan, yang ternyata berjalan tak semulus yang direncanakan,” ujar seorang pejabat senior Korsel yang tak disebutkan namanya pada kantor berita Reuters, Jumat (7/12/2012).
Jong-un naik ke tampuk kekuasaan tertinggi di Korut pada Desember 2011, sesaat setelah kematian ayahnya, Kim Jong-il. Ia langsung menyingkirkan sejumlah tokoh yang dinilai tak sejalan dengan pemikirannya. Pada bulan lalu, Jon-un memperingatkan rakyat Korut akan bahaya “elemen pemberontak” di negara itu.
Rencana peluncuran rudal Korut ini telah dikecam oleh banyak negara, termasuk China yang selama ini memiliki hubungan erat dengan Korut. Meski Korut mengaku akan meluncurkan roket Unha-3 untuk mengirim satelit ke orbit bumi, namun banyak kalangan tak percaya akan pengakuan ini.
Sejumlah kalangan menilai, peluncuran roket ini adalah misi uji coba rudal balistik antar benua milik Korut. Rudal ini diyakini memiliki hulu ledak nuklir. Korut sendiri berada dalam sanksi PBB yang tak memperbolehkan mereka melakukan uji coba nuklir.
“Pemimpin muda Korut itu ingin menggunakan momen peluncuran roket untuk meningkatkan wibawa di internal Korut. Ia juga akan menindak keras tanda-tanda perbedaan pendapat di masa transisi kekuasaan, yang ternyata berjalan tak semulus yang direncanakan,” ujar seorang pejabat senior Korsel yang tak disebutkan namanya pada kantor berita Reuters, Jumat (7/12/2012).
Jong-un naik ke tampuk kekuasaan tertinggi di Korut pada Desember 2011, sesaat setelah kematian ayahnya, Kim Jong-il. Ia langsung menyingkirkan sejumlah tokoh yang dinilai tak sejalan dengan pemikirannya. Pada bulan lalu, Jon-un memperingatkan rakyat Korut akan bahaya “elemen pemberontak” di negara itu.
Rencana peluncuran rudal Korut ini telah dikecam oleh banyak negara, termasuk China yang selama ini memiliki hubungan erat dengan Korut. Meski Korut mengaku akan meluncurkan roket Unha-3 untuk mengirim satelit ke orbit bumi, namun banyak kalangan tak percaya akan pengakuan ini.
Sejumlah kalangan menilai, peluncuran roket ini adalah misi uji coba rudal balistik antar benua milik Korut. Rudal ini diyakini memiliki hulu ledak nuklir. Korut sendiri berada dalam sanksi PBB yang tak memperbolehkan mereka melakukan uji coba nuklir.
(esn)