Kemenlu Afsel panggil Dubes Israel
Kamis, 06 Desember 2012 - 23:37 WIB
Kemenlu Afsel panggil Dubes Israel
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan (Afsel) telah memanggil Duta Besar Israel untuk negara itu, Kamis (6/12/2012). Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keputusan pemerintah Israel membangun ribuan pemukiman di wilayah E-1.
"Kami merasa bahwa Afsel harus melakukan hal ini untuk menunjukkan seberapa besar kepedulian kami tentang hal ini," kata Wakil Menteri Hubungan Internasional Afsel, Ebrahim Ebrahim, seperti dikutip dari Iol.co.za.
Langkah Afsel ini mengikuti sikap sejumlah negara Eropa, yang sudah lebih dulu memanggil Duta-duta Besar Israel di negara masing-masing. "Hal ini sejalan dengan aksi serupa yang dilakukan Pemerintah Inggris, Perancis, dan Jerman. Duta Besar kami di Israel juga akan menyampaikan pesan yang sama kepada Pemerintah Israel," lanjut Ebrahim.
Pemerintah Afsel memperingatkan, bahwa pembangunan permukiman baru di wilayah E-1 di Tepi Barat, akan merusak upaya untuk mencapai solusi dua-negara di kawasan itu. Usai menyatakan bakal membangun ribuan pemukiman di wilayah E-1, Israel memang menghadapi badai kritik dari dunia internasional.
Selain mengecam pembangunan pemukiman, Pemerintah Afsel juga menyampaikan keprihatinan mereka terhadap sikap Israel yang menahan dana pajak Palestina senilai USD100 juta. "Langkah-langkah hukuman Israel ini akan memiliki konsekuensi berat bagi penduduk Palestina secara keseluruhan," lanjut Ebrahim.
"Kami merasa bahwa Afsel harus melakukan hal ini untuk menunjukkan seberapa besar kepedulian kami tentang hal ini," kata Wakil Menteri Hubungan Internasional Afsel, Ebrahim Ebrahim, seperti dikutip dari Iol.co.za.
Langkah Afsel ini mengikuti sikap sejumlah negara Eropa, yang sudah lebih dulu memanggil Duta-duta Besar Israel di negara masing-masing. "Hal ini sejalan dengan aksi serupa yang dilakukan Pemerintah Inggris, Perancis, dan Jerman. Duta Besar kami di Israel juga akan menyampaikan pesan yang sama kepada Pemerintah Israel," lanjut Ebrahim.
Pemerintah Afsel memperingatkan, bahwa pembangunan permukiman baru di wilayah E-1 di Tepi Barat, akan merusak upaya untuk mencapai solusi dua-negara di kawasan itu. Usai menyatakan bakal membangun ribuan pemukiman di wilayah E-1, Israel memang menghadapi badai kritik dari dunia internasional.
Selain mengecam pembangunan pemukiman, Pemerintah Afsel juga menyampaikan keprihatinan mereka terhadap sikap Israel yang menahan dana pajak Palestina senilai USD100 juta. "Langkah-langkah hukuman Israel ini akan memiliki konsekuensi berat bagi penduduk Palestina secara keseluruhan," lanjut Ebrahim.
(esn)