Sniper beraksi di Libanon, 3 tewas
Kamis, 06 Desember 2012 - 21:09 WIB
Sniper beraksi di Libanon, 3 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Tiga orang dilaporkan tewas akibat aksi para sniper (penembak jitu) di Tripoli, sebuah kota pelabuhan di Libanon, Kamis (6/12/2012). Para sniper ini beraksi dalam sebuah bentrokan sektarian, terkait perang sipil di negara tetangga Libanon, Suriah.
Bentrok pada Kamis ini terjadi antara kelompok Sunni bersenjata dari lingkungan Bab al-Tabbaneh dan Syiah Alawit yang berasal dari Jabal Mohsen. Dua korban tewas berasal dari Syiah Alawit dan satu orang dari kaum Sunni. Belum diketahui, apakah korban tewas berasal dari kelompok bersenjata atau masyarakat sipil.
Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Warga di Tripoli mengatakan, mereka telah mendengar tembakan senjata berat, saat tentara Libanon mencoba untuk menghentikan bentrokan. Militer mengatakan, dua tentara terluka dan militer telah menangkap lima pria yang dicurigai melepaskan tembakan.
Bentrok sektarian antara minoritas Syiah Alawi yang setia kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan kaum mayoritas Sunni yang mendukung kaum pemberontak Suriah ini telah berlangsung sejak Selasa 4 Desember.
Hingga kini, sudah 8 orang tewas dan 73 lainnya terluka akibat bentrok sektarian ini. Pertikaian di Tripoli ini tak hanya dipicu oleh perang saudara di Suriah, tapi juga imbas dari perang sipil selama 15 tahun di Libanon.
Tensi di Tripoli meningkat, seiring dengan perang saudara yang sudah berlangsung selama 20 bulan di Suriah. Sejumlah kaum Sunni dikabarkan sudah bergabung dengan kaum pemberontak Suriah untuk menggulingkan rezim Assad.
Bentrok pada Kamis ini terjadi antara kelompok Sunni bersenjata dari lingkungan Bab al-Tabbaneh dan Syiah Alawit yang berasal dari Jabal Mohsen. Dua korban tewas berasal dari Syiah Alawit dan satu orang dari kaum Sunni. Belum diketahui, apakah korban tewas berasal dari kelompok bersenjata atau masyarakat sipil.
Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Warga di Tripoli mengatakan, mereka telah mendengar tembakan senjata berat, saat tentara Libanon mencoba untuk menghentikan bentrokan. Militer mengatakan, dua tentara terluka dan militer telah menangkap lima pria yang dicurigai melepaskan tembakan.
Bentrok sektarian antara minoritas Syiah Alawi yang setia kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan kaum mayoritas Sunni yang mendukung kaum pemberontak Suriah ini telah berlangsung sejak Selasa 4 Desember.
Hingga kini, sudah 8 orang tewas dan 73 lainnya terluka akibat bentrok sektarian ini. Pertikaian di Tripoli ini tak hanya dipicu oleh perang saudara di Suriah, tapi juga imbas dari perang sipil selama 15 tahun di Libanon.
Tensi di Tripoli meningkat, seiring dengan perang saudara yang sudah berlangsung selama 20 bulan di Suriah. Sejumlah kaum Sunni dikabarkan sudah bergabung dengan kaum pemberontak Suriah untuk menggulingkan rezim Assad.
(esn)