NATO kecam rencana peluncuran roket Korut
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:12 WIB
NATO kecam rencana peluncuran roket Korut
A
A
A
Sindonews.com - NATO meminta Korea Utara (Korut) membatalkan rencana peluncuran roket untuk mengirim satelit ke orbit bumi pada akhir Desember ini. Rencana peluncuran roket tersebut harus dihentikan, karena bertentangan dengan resolusi yang telah ditetapkan oleh Dewan Keamanan (DK) PBB.
"NATO prihatin dengan dengan niat Korut meluncurkan roket dengan mengunakan teknologi rudal balistik bulan ini," ungkap NATO dalam sebuah pernyataan seperti dilansir, Asahi, Kamis (6/12/2012).
Korut menyatakan, peluncuran roket ini dimaksudkan untuk mengirim satelit ke orbit bumi, alasan yang tak dipercaya banyak pihak. Sejumlah pihak menuding, peluncuran roket ini dilakukan Korut untuk mengujicoba rudal balistik mereka yang memiliki hulu ledak nuklir.
"Langkan ini secara langsung bertentangan sengan resolusi DK PBB no 1718 dan 1814. Peluncuran roket ini akan memperkeruh situasi di semenanjung Korea," lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, desakan serupa juga datang dari China, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel). Negara-negara itu sangat menyesalkan pengumuman yang disampaikan oleh Komite Badan Teknologi Ruang Angkasa Korut, bahwa mereka berencana meluncurkan satelit ruang angkasa pada 10 dan 22 Desember mendatang.
Sementara itu, sekelompok warga Korsel di Seoul menggelar aksi protes menentang rencana peluncuran roket Korut itu. Para demonstran yang mengecam keputusan Korut itu menginjak-injak foto pemimpin dan bendera negara tetangga mereka.
"NATO prihatin dengan dengan niat Korut meluncurkan roket dengan mengunakan teknologi rudal balistik bulan ini," ungkap NATO dalam sebuah pernyataan seperti dilansir, Asahi, Kamis (6/12/2012).
Korut menyatakan, peluncuran roket ini dimaksudkan untuk mengirim satelit ke orbit bumi, alasan yang tak dipercaya banyak pihak. Sejumlah pihak menuding, peluncuran roket ini dilakukan Korut untuk mengujicoba rudal balistik mereka yang memiliki hulu ledak nuklir.
"Langkan ini secara langsung bertentangan sengan resolusi DK PBB no 1718 dan 1814. Peluncuran roket ini akan memperkeruh situasi di semenanjung Korea," lanjut pernyataan itu.
Sebelumnya, desakan serupa juga datang dari China, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel). Negara-negara itu sangat menyesalkan pengumuman yang disampaikan oleh Komite Badan Teknologi Ruang Angkasa Korut, bahwa mereka berencana meluncurkan satelit ruang angkasa pada 10 dan 22 Desember mendatang.
Sementara itu, sekelompok warga Korsel di Seoul menggelar aksi protes menentang rencana peluncuran roket Korut itu. Para demonstran yang mengecam keputusan Korut itu menginjak-injak foto pemimpin dan bendera negara tetangga mereka.
(esn)