AS: Penggunaan bom kimia tunggu perintah Assad
Kamis, 06 Desember 2012 - 13:51 WIB
AS: Penggunaan bom kimia tunggu perintah Assad
A
A
A
Sindonews.com - Pejabat Amerika Serikat (AS) memprediksi, militer Suriah hanya tinggal menunggu perintah dari Presiden Bashar al-Assad untuk menggunakan bom kimia dalam perang melawan kaum pemberontak.
"Bom kimia tersebut dapat dijatuhkan pada kaum pemberontak Suriah dengan menggunakan puluhan jet tempur. Tapi, gas sarin tersebut belum diangkut ke pesawat, karena Assad belum mengeluarkan perintah akhir," ungkap seorang Pejabat AS, seperti dikutip dari thestar, Kamis (6/12/2012).
Saat ini, militer Suriah dikabarkan telah membuat racikan kimia untuk memproduksi gas sarin yang siap dijadikan bom udara. Jika benar, maka dipastikan militer Suriah siap mengunakan bahan kimia untuk menghabisi para pemerontak.
"Saat rencana ini terealisasi, dunia hanya mampu melakukan sedikit upaya untuk mencegah hal ini terjadi," imbuh seorang Pejabat AS. Kini, sejumlah dinas intelejen dari Israel, Yordania, Lebanon, dan Turki tengah membahas rencana mendalam dengan AS untuk menentukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya.
Tuduhan pemerintah Suriah mengembangkan senjata kimia untuk menghabisi nyawa pemberontak bukan pertama kalinya dilontarkan oleh AS. Pada Juli lalu, Sekretaris Pers Pentagon, George Little mengecam pengunaan senjatan kimia di Suriah. Ia menyebut hal ini tak bisa ditoleransi dan tak bisa diterima.
Suriah memiliki senjata kimia yang mengandung sarin dalam jumlah besar, tabun (senjata kimia perusak saraf), dan gas mustard (senjata kimia yang bisa merusak kulit). Selain itu, Suriah dilaporkan memproduksi gas VX sebagai senjata pemusnah masal.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak bisa berspekulasi tentang seberapa jauh niat Suriah menguakan senjata kimia tersebut. Namun, mereka Khawatir jika senjata tersebut jatuh ke tangan pemberontak.
"Bom kimia tersebut dapat dijatuhkan pada kaum pemberontak Suriah dengan menggunakan puluhan jet tempur. Tapi, gas sarin tersebut belum diangkut ke pesawat, karena Assad belum mengeluarkan perintah akhir," ungkap seorang Pejabat AS, seperti dikutip dari thestar, Kamis (6/12/2012).
Saat ini, militer Suriah dikabarkan telah membuat racikan kimia untuk memproduksi gas sarin yang siap dijadikan bom udara. Jika benar, maka dipastikan militer Suriah siap mengunakan bahan kimia untuk menghabisi para pemerontak.
"Saat rencana ini terealisasi, dunia hanya mampu melakukan sedikit upaya untuk mencegah hal ini terjadi," imbuh seorang Pejabat AS. Kini, sejumlah dinas intelejen dari Israel, Yordania, Lebanon, dan Turki tengah membahas rencana mendalam dengan AS untuk menentukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya.
Tuduhan pemerintah Suriah mengembangkan senjata kimia untuk menghabisi nyawa pemberontak bukan pertama kalinya dilontarkan oleh AS. Pada Juli lalu, Sekretaris Pers Pentagon, George Little mengecam pengunaan senjatan kimia di Suriah. Ia menyebut hal ini tak bisa ditoleransi dan tak bisa diterima.
Suriah memiliki senjata kimia yang mengandung sarin dalam jumlah besar, tabun (senjata kimia perusak saraf), dan gas mustard (senjata kimia yang bisa merusak kulit). Selain itu, Suriah dilaporkan memproduksi gas VX sebagai senjata pemusnah masal.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak bisa berspekulasi tentang seberapa jauh niat Suriah menguakan senjata kimia tersebut. Namun, mereka Khawatir jika senjata tersebut jatuh ke tangan pemberontak.
(esn)