Korban tewas akibat topan Bopha jadi 325 orang
Kamis, 06 Desember 2012 - 12:45 WIB
Korban tewas akibat topan Bopha jadi 325 orang
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah korban tewas akibat terjangan topan Bopha di Filipina terus meningkat. Dua hari pasca bencanan itu, sudah 325 orang dinyatakan tewas. Sementara itu, tim penyelamat dibantu sejumlah warga setempat masih terus melakukan pencarian terhadap ratusan korban hilang di daerah terpencil, Kamis (6/12/2012).
"Data korban tewas yang sampai ke tangan kami saat ini telah mencapai 325 orang, sementara 328 dinyatakan hilang. Kami menduga, jumlah korban tewas masih akan terus meningkat, karena masih banyak orang yang hilang," ungkap Benito Ramos, Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Resiko Bencana Filipina.
Ramos mengatakan, jumlah korban tewas meningkat tajam, setelah tim penyelamat menjangkau sejumlah wilayah terpencil. "Jumlah ini belum termasuk data korban dari wilayah Selatan Mindanao," terang Ramos seperti dilansir the star.
Pasca dihantam topan, beberapa fasilitas publik, seperti jembatan dan jalan raya juga hancur diterjang longsor dan banjir. Komunikasi juga masih mengalami ganguan dan belum kembali normal, sementara beberapa daerah masih mengalami pemadaman listrik.
Selasa malam lalu, topan yang bergerak dengan kecepatan hingga 175-210 km telah bergerak menuju Laut China Selatan. Ramos memperingatkan pada nelayan Filipina yang hendak melaut untuk tetap waspada. " Tidak berati kondisi perairan kita telah aman, meski topan telah berlalu," ungkap Ramos.
"Data korban tewas yang sampai ke tangan kami saat ini telah mencapai 325 orang, sementara 328 dinyatakan hilang. Kami menduga, jumlah korban tewas masih akan terus meningkat, karena masih banyak orang yang hilang," ungkap Benito Ramos, Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Resiko Bencana Filipina.
Ramos mengatakan, jumlah korban tewas meningkat tajam, setelah tim penyelamat menjangkau sejumlah wilayah terpencil. "Jumlah ini belum termasuk data korban dari wilayah Selatan Mindanao," terang Ramos seperti dilansir the star.
Pasca dihantam topan, beberapa fasilitas publik, seperti jembatan dan jalan raya juga hancur diterjang longsor dan banjir. Komunikasi juga masih mengalami ganguan dan belum kembali normal, sementara beberapa daerah masih mengalami pemadaman listrik.
Selasa malam lalu, topan yang bergerak dengan kecepatan hingga 175-210 km telah bergerak menuju Laut China Selatan. Ramos memperingatkan pada nelayan Filipina yang hendak melaut untuk tetap waspada. " Tidak berati kondisi perairan kita telah aman, meski topan telah berlalu," ungkap Ramos.
(esn)