Jumlah korban tewas topan Bopha meningkat
Selasa, 04 Desember 2012 - 21:08 WIB
Jumlah korban tewas topan Bopha meningkat
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah korban tewas akibat topan Bopha yang melanda Filipina meningkat menjadi 8 orang. Topan ini juga mengakibatkan lebih dari 50 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Topan Bopha menerjang Provinsi Davao, Selatan Filipina, Selasa (4/12/2012) pagi.
Benito Ramos, Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Resiko Bencana Filipina mengungkapkan, topan Bopha yang memiliki kecepatan angin hingga 175-210 km per jam, berdampak pada kehidupan 57.501 orang yang bermukim di Timur Visayas, Utara Mindanao, wilayah Davao, dan Caraga. Hampir 90 persen dari total korban kini tinggal di tempat pengungsian sementara.
"Korban tewas pertama adalah Erlinda Balante (60), yang meninggal setelah rumahnya runtuh ditimpa pohon kelapa. Sedangkan korban kedua adalah Roger Gumunit (30), seorang pengendara sepeda motor yang juga tewas akibat tertimpa reruntuhan pohon kelapa," ungkap Ramos.
Ramos menambahkan, topan Bopha juga membuat 3.268 jadwal penerbangan yang melintasi laut dibatalkan. Topan ini juga mengakibatkan pemadaman listrik di wilayah Surigao del Sur dan Agusan del Norte, serta Surigao del Norte.
Sementara petugas pengembangan dam perencanan Provinsi Davao Oriental melaporkan, empat nelayan hilang di pantai Timur Mindanao. Kantor Pertahanan Sipil mengatakan, jumlah korban tewas akibat Topan Bopha dapat diminimalisir karena pemerintah telah mengevakuasi lebih dari 53 ribu penduduk ke 1.000 pusat pengungsian.
Benito Ramos, Direktur Eksekutif Badan Penanggulangan Resiko Bencana Filipina mengungkapkan, topan Bopha yang memiliki kecepatan angin hingga 175-210 km per jam, berdampak pada kehidupan 57.501 orang yang bermukim di Timur Visayas, Utara Mindanao, wilayah Davao, dan Caraga. Hampir 90 persen dari total korban kini tinggal di tempat pengungsian sementara.
"Korban tewas pertama adalah Erlinda Balante (60), yang meninggal setelah rumahnya runtuh ditimpa pohon kelapa. Sedangkan korban kedua adalah Roger Gumunit (30), seorang pengendara sepeda motor yang juga tewas akibat tertimpa reruntuhan pohon kelapa," ungkap Ramos.
Ramos menambahkan, topan Bopha juga membuat 3.268 jadwal penerbangan yang melintasi laut dibatalkan. Topan ini juga mengakibatkan pemadaman listrik di wilayah Surigao del Sur dan Agusan del Norte, serta Surigao del Norte.
Sementara petugas pengembangan dam perencanan Provinsi Davao Oriental melaporkan, empat nelayan hilang di pantai Timur Mindanao. Kantor Pertahanan Sipil mengatakan, jumlah korban tewas akibat Topan Bopha dapat diminimalisir karena pemerintah telah mengevakuasi lebih dari 53 ribu penduduk ke 1.000 pusat pengungsian.
(esn)