Ada indikasi korupsi, Jerman tunda bantuan untuk Uganda
Selasa, 04 Desember 2012 - 20:47 WIB
Ada indikasi korupsi, Jerman tunda bantuan untuk Uganda
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Jerman memutuskan untuk menghentikan bantuan senilai 3 juta euro untuk pemerintah Uganda, karena munculnya dugaan korupsi di kantor Perdana Menteri Uganda. Pernyataan ini disampaikan oleh Fred Opolot, Kepala Media Center Uganda, Senin (3/12/2012).
"Saya dapat mengkonfirmasikan, bahwa Pemerintah Jerman telah menghentikan sementara dukungan keuangan bagi Uganda, karena adanya kesalahan penanganan keuangan oleh beberapa individu di Kantor Perdana Menteri. Penundaan ini berlaku sampai hal-hal tersebut diselesaikan," kata Opolot, seperti dikutip dari Xinhua.
Opolot juga memastikan, bahwa penundaan bantuan bantuan keuangan ini memang disebabkan adanya indikasi korupsi, dan bukan karena adanya laporan yang menyebut Uganda mendukung pemberontak Kongo, M23.
Menurutnya, saat ini Pemerintah Uganda sedang melakukan investigasi kriminal dan menyiapkan sanksi administratif untuk memastikan uang senilai USD13 juta yang diduga dikorupsi, bisa dikembalikan.
Sebuah audit yang dilakukan oleh Badan Audit Khusus negara itu menemukan bukti rinci bagaimana bantuan dari Irlandia, Norwegia, Swedia, dan Denmark dipindahkan ke rekening yang tidak sah dalam sebuah skema penipuan canggih.
Jerman adalah negara terakhir yang menghentikan bantuan ke Uganda karena adanya indikasi korupsi. Sebelumnya, Inggris, Irlandia, Denmark, dan Norwegia telah lebih dulu menghentikan dukungan mereka.
"Saya dapat mengkonfirmasikan, bahwa Pemerintah Jerman telah menghentikan sementara dukungan keuangan bagi Uganda, karena adanya kesalahan penanganan keuangan oleh beberapa individu di Kantor Perdana Menteri. Penundaan ini berlaku sampai hal-hal tersebut diselesaikan," kata Opolot, seperti dikutip dari Xinhua.
Opolot juga memastikan, bahwa penundaan bantuan bantuan keuangan ini memang disebabkan adanya indikasi korupsi, dan bukan karena adanya laporan yang menyebut Uganda mendukung pemberontak Kongo, M23.
Menurutnya, saat ini Pemerintah Uganda sedang melakukan investigasi kriminal dan menyiapkan sanksi administratif untuk memastikan uang senilai USD13 juta yang diduga dikorupsi, bisa dikembalikan.
Sebuah audit yang dilakukan oleh Badan Audit Khusus negara itu menemukan bukti rinci bagaimana bantuan dari Irlandia, Norwegia, Swedia, dan Denmark dipindahkan ke rekening yang tidak sah dalam sebuah skema penipuan canggih.
Jerman adalah negara terakhir yang menghentikan bantuan ke Uganda karena adanya indikasi korupsi. Sebelumnya, Inggris, Irlandia, Denmark, dan Norwegia telah lebih dulu menghentikan dukungan mereka.
(esn)