Morsi serukan dialog dengan semua kekuatan politik Mesir
Senin, 03 Desember 2012 - 17:38 WIB
Morsi serukan dialog dengan semua kekuatan politik Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Mesir Mohamed Morsi mengusulkan sebuah putaran baru dialog dengan semua kekuatan politik di Mesir. Menurut Morsi, dialog ini perlu dilakukan untuk membahas semua masalah yang berkaitan dengan periode transisi yang sedang berlangsung di Mesir.
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kepresidenan Mesir, Yasser Ali kepada kantor berita MENA, Minggu (2/12/2012). "Jika masyarakat Mesir menyetujui rancangan konstitusi, semua deklarasi konstitusi yang dikeluarkan sejak 19 Maret sampai sekarang, akan dinyatakan tidak valid," kata Ali.
Ali menekankan, hanya tersisa 13 hari sebelum masyarakat Mesir memberikan suara pada rancangan piagam nasional. “Selama lima bulan terakhir, Presiden telah tiga kali bertemu dengan Dewan Peradilan Tertinggi Mesir dan Kepala Kehakiman Mesir,” lanjutnya.
Pada Sabtu lalu, Morsi telah menyerukan referendum nasional bagi rancangan konstitusi yang akan dilakukan pada tanggal 15 Desember.
Sementara itu, hingga Senin (3/12/2012), ribuan pendukung Morsi masih berada di luar gedung Mahkamah Konstitusi Tinggi di Kairo. Hingga kini, sudah tiga hari mereka bertahan di luar gedung itu. Para pendukung Morsi memaksa para hakim untuk menunda sidang panel konstitusi yang sedianya digelar pada Minggu (2/12/2012).
Ribuan pengunjuk rasa itu juga mengutuk pengadilan yang sedianya memberikan vonis terhadap konstitusionalitas Dewan Syura (Majelis Tinggi Parlemen) dan Majelis Konstituante. Para pendukung Morsi mengklaim, penyelidikan pengadilan itu tidak sah, karena deklarasi konstitusional Presiden telah membuat kedua lembaga itu kebal dari kemungkinan pembubaran.
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kepresidenan Mesir, Yasser Ali kepada kantor berita MENA, Minggu (2/12/2012). "Jika masyarakat Mesir menyetujui rancangan konstitusi, semua deklarasi konstitusi yang dikeluarkan sejak 19 Maret sampai sekarang, akan dinyatakan tidak valid," kata Ali.
Ali menekankan, hanya tersisa 13 hari sebelum masyarakat Mesir memberikan suara pada rancangan piagam nasional. “Selama lima bulan terakhir, Presiden telah tiga kali bertemu dengan Dewan Peradilan Tertinggi Mesir dan Kepala Kehakiman Mesir,” lanjutnya.
Pada Sabtu lalu, Morsi telah menyerukan referendum nasional bagi rancangan konstitusi yang akan dilakukan pada tanggal 15 Desember.
Sementara itu, hingga Senin (3/12/2012), ribuan pendukung Morsi masih berada di luar gedung Mahkamah Konstitusi Tinggi di Kairo. Hingga kini, sudah tiga hari mereka bertahan di luar gedung itu. Para pendukung Morsi memaksa para hakim untuk menunda sidang panel konstitusi yang sedianya digelar pada Minggu (2/12/2012).
Ribuan pengunjuk rasa itu juga mengutuk pengadilan yang sedianya memberikan vonis terhadap konstitusionalitas Dewan Syura (Majelis Tinggi Parlemen) dan Majelis Konstituante. Para pendukung Morsi mengklaim, penyelidikan pengadilan itu tidak sah, karena deklarasi konstitusional Presiden telah membuat kedua lembaga itu kebal dari kemungkinan pembubaran.
(esn)