Korsel tunda peluncuran satelit hingga 2013
Senin, 03 Desember 2012 - 16:50 WIB
Korsel tunda peluncuran satelit hingga 2013
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) memutuskan untuk menunda peluncuran satelit Korea Space Launch Vehicle (KSLV-1) ke orbit bumi hingga 2013 mendatang. "Kami telah memutuskan untuk tidak meluncurkan roket pada bulan ini," kata seorang pejabat Kementerian Ilmu Pengetahuan Korsel, Senin (3/12/2012), seperti dikutip dari the star.
Sebelum memutuskan untuk menunda peluncuran hingga 2013, Korsel sudah empat kali mengalami kegagalan peluncuran satelit. Kegagalan terakhir terjadi pada akhir November lalu. Sedangkan tiga kegagalan sebelumnya terjadi pada Oktober 2012, Agustus 2009, dan Juni 2010.
Saat ini, para Insinyur sedang melakukan cek komprehensif tahap kedua pada roket berbobot 140 ton itu. Diprediksi, pemeriksaan akan berlangsung lebih dari satu bulan. Pada kegagalan terakhir, para Insinyur dan teknisi menemukan masalah pada tenaga penggerak roket.
KSLV-1 dibangun oleh dua negara, Korsel dan Rusia. Tahap pertama pembangunan dilakukan oleh Rusia. Sedangkan tahap kedua, dilakukan oleh Korsel. Keinginana Korsel untuk meluncurkan satelit ke orbit bumi adalah upaya untuk menyetarakan diri dengan kekuatan Asia lainnya, China, India, dan Jepang.
Sebelum memutuskan untuk menunda peluncuran hingga 2013, Korsel sudah empat kali mengalami kegagalan peluncuran satelit. Kegagalan terakhir terjadi pada akhir November lalu. Sedangkan tiga kegagalan sebelumnya terjadi pada Oktober 2012, Agustus 2009, dan Juni 2010.
Saat ini, para Insinyur sedang melakukan cek komprehensif tahap kedua pada roket berbobot 140 ton itu. Diprediksi, pemeriksaan akan berlangsung lebih dari satu bulan. Pada kegagalan terakhir, para Insinyur dan teknisi menemukan masalah pada tenaga penggerak roket.
KSLV-1 dibangun oleh dua negara, Korsel dan Rusia. Tahap pertama pembangunan dilakukan oleh Rusia. Sedangkan tahap kedua, dilakukan oleh Korsel. Keinginana Korsel untuk meluncurkan satelit ke orbit bumi adalah upaya untuk menyetarakan diri dengan kekuatan Asia lainnya, China, India, dan Jepang.
(esn)