Anggota Hamas rayakan peningkatan status Palestina di PBB
Jum'at, 30 November 2012 - 17:17 WIB
Anggota Hamas rayakan peningkatan status Palestina di PBB
A
A
A
Sindonews.com - Perwakilan Hamas di Ramalah, Nasser Eddin Shaer, menyambut gembira peningkatan status Palestina di PBB. Saat ini, Palestina berstatus Negara Pengamat Non Anggota. Status yang juga disandang oleh Vatikan.
"Kami adalah orang yang berhak untuk hidup. Peningkatan status Palestina di PBB merupakan sebuah langkah penting." ungkap Shaer seperti dilansir dalam Jpots, Jumat, (30/11/2012). Ia juga menyerukan tercapainya persatuan di Palestina.
"Pengakuan Palestina menjadi sebuah negara, bukan merupakan sebuah deklarasi perang pada pihak manapun," imbuh Shaer.
Azzam al-Ahmed, seorang pejabat Fatah dan pembantu dekat Presiden Palestina, Mahmoud Abbas ikut merayakan peningkatan status baru Palestina di Jenin, Pelestina.
"Hari ini rakyat Palestina menuai buah dari sebuah upaya panjang yang telah diusahakan sejak 1965 lalu," unglap Ahmed.
Sementara Juru Bicara Pelestina, Nabil Abu Rudaineh mengatakan, keputusan PBB meningkatkan status Palestina merupakan sebuah referendum besar.
"Dukungan luas yang datang dari ratusan negara anggota PBB untuk menerima Palestina menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB mencermikan pesan cinta dan keadilan,” ungkap Rudaineh.
"Kami adalah orang yang berhak untuk hidup. Peningkatan status Palestina di PBB merupakan sebuah langkah penting." ungkap Shaer seperti dilansir dalam Jpots, Jumat, (30/11/2012). Ia juga menyerukan tercapainya persatuan di Palestina.
"Pengakuan Palestina menjadi sebuah negara, bukan merupakan sebuah deklarasi perang pada pihak manapun," imbuh Shaer.
Azzam al-Ahmed, seorang pejabat Fatah dan pembantu dekat Presiden Palestina, Mahmoud Abbas ikut merayakan peningkatan status baru Palestina di Jenin, Pelestina.
"Hari ini rakyat Palestina menuai buah dari sebuah upaya panjang yang telah diusahakan sejak 1965 lalu," unglap Ahmed.
Sementara Juru Bicara Pelestina, Nabil Abu Rudaineh mengatakan, keputusan PBB meningkatkan status Palestina merupakan sebuah referendum besar.
"Dukungan luas yang datang dari ratusan negara anggota PBB untuk menerima Palestina menjadi Negara Pengamat Non Anggota di PBB mencermikan pesan cinta dan keadilan,” ungkap Rudaineh.
(esn)