AS beri batas waktu bagi program Nuklir Iran
Jum'at, 30 November 2012 - 16:15 WIB
AS beri batas waktu bagi program Nuklir Iran
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) menetapkan batas waktu bagi Iran hingga Maret 2013 untuk bekerjasama dengan badan nuklir PBB (IAEA), terkait program nuklir Iran. Jika hingga batas waktu itu Iran tak juga mau bekerjasama, maka AS akan melaporkan masalah ini ke Dewan Keamanan (DK) PBB.
"Jika hingga Maret, Iran belum mulai bekerjasama secara substantif dengan IAEA, AS akan mendesak dewan untuk mempertimbangkan laporan soal kurangnya kemajuan pembahasan program nuklir Iran kepada Dewan Keamanan PBB,” kata seorang diplomat AS, Robert Wood, Kamis (29/11/2012).
Komentar yang ditujukan Wood kepada Dewan Pimpinan IAEA ini menggambarkan rasa frustasi Wasington soal minimnya kemajuan yang didapat IAEA dalam investigasi program nuklir Iran.
"Iran tidak bisa dibiarkan untuk selamanya mengabaikan kewajibannya. Iran harus bertindak sekarang, secara substansi," lanjut Wood. Beberapa negara Barat yang dimotori AS, menuding Iran mengembangkan program nuklir untuk tujuan militer. Sementara Iran sendiri menyebut program nuklir mereka untuk tujuan damai.
Sebelumnya, Ketua IAEA, Yukiya Amano, mengatakan Badan Atom PBB itu tidak membuat kemajuan untuk mencari tahu apakah Iran melakukan pengembangan bom atom atau tidak.
"Jika hingga Maret, Iran belum mulai bekerjasama secara substantif dengan IAEA, AS akan mendesak dewan untuk mempertimbangkan laporan soal kurangnya kemajuan pembahasan program nuklir Iran kepada Dewan Keamanan PBB,” kata seorang diplomat AS, Robert Wood, Kamis (29/11/2012).
Komentar yang ditujukan Wood kepada Dewan Pimpinan IAEA ini menggambarkan rasa frustasi Wasington soal minimnya kemajuan yang didapat IAEA dalam investigasi program nuklir Iran.
"Iran tidak bisa dibiarkan untuk selamanya mengabaikan kewajibannya. Iran harus bertindak sekarang, secara substansi," lanjut Wood. Beberapa negara Barat yang dimotori AS, menuding Iran mengembangkan program nuklir untuk tujuan militer. Sementara Iran sendiri menyebut program nuklir mereka untuk tujuan damai.
Sebelumnya, Ketua IAEA, Yukiya Amano, mengatakan Badan Atom PBB itu tidak membuat kemajuan untuk mencari tahu apakah Iran melakukan pengembangan bom atom atau tidak.
(esn)