Pemberontak Suriah kerahkan anak-anak dalam pertempuran

Kamis, 29 November 2012 - 21:46 WIB
Pemberontak Suriah kerahkan...
Pemberontak Suriah kerahkan anak-anak dalam pertempuran
A A A
Sindonews.com – Sebuah laporan yang dirilis kelompok Hak Asasi Manusia (HAM), Human Rights Watch (HRW) menyebut, kaum pemberontak Suriah telah mengerahkan anak-anak dalam pertempuran bersenjata melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

“Pemberontak telah mengirim anak-anak ke pertempuran dan menggunakan anak laki-laki berusia 14 untuk mengangkut senjata dan perlengkapan,” sebut laporan HRW yang dirilis pada Kamis (29/11/2012).

Kelompok HAM yang berbasis di New York mengaku telah mewawancarai lima anak laki-laki berusia antara 14 dan 16. Anak-anak ini mengaku kalau mereka bekerja dengan kaum pemberontak di sebelah Selatan Provinsi Deraa, di wilayah tengah kota Homs, dan di perbatasan Utara Suriah dengan Turki.

Tiga dari mereka yang semuanya berusia 16 tahun mengatakan, mereka membawa senjata dan satu anak mengaku berpartisipasi dalam misi serangan. Dua anak lainnya, yang berusia 14 dan 15 tahun, mengatakan, mereka mendukung brigade tempur dengan melakukan pengintaian atau mengangkut senjata dan perlengkapan.

Seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dari Distrik Khalidiyeh, di kota Homs, mengatakan kepada HRW, bahwa ia berpartisipasi dalam misi tempur. "Aku membawa senapan serbu AK-47 dan menembak pos pemeriksaan. Aku menangkap dan mengambil senjata mereka. Mereka mengajari kami menembak, cara membongkar dan mengumpulkan senjata,” ujarnya.

Mahkamah Pidana Internasional menyatakan, bahwa penetapan wajib militer atau mendaftarkan anak di bawah usia 15 tahun, atau menggunakan mereka untuk berpartisipasi dalam permusuhan, adalah sebuah kejahatan perang.

Konvensi PBB tentang hak-hak anak telah mendesak negara-negara untuk memastikan bahwa orang di bawah 18 tahun tidak boleh direkrut atau diberdayakan dalam pertempuran.

"Semua mata tertuju pada oposisi Suriah untuk membuktikan mereka berusaha melindungi anak-anak dari peluru dan bom, ketimbang menempatkan mereka dalam bahaya," kata Priyanka Motaparthy, peneliti hak-hak anak di HRW.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
19 menit yang lalu
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
37 menit yang lalu
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
2 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
4 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
5 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
6 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved