Korut tunjuk Kyok-sik sebagai Menteri Angkatan Bersenjata
Kamis, 29 November 2012 - 21:28 WIB
Korut tunjuk Kyok-sik sebagai Menteri Angkatan Bersenjata
A
A
A
Sindonews.com – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un telah menunjuk seorang Jenderal garis keras, Kim Kyok-sik sebagai Menteri Angkatan Bersenjata yang baru. Penunjukan ini disampaikan oleh para pejabat militer Korea Selatan (Korsel), Kamis (29/11/2012).
Penunjukan Kyok-sik sebagai Menteri Angkatan Bersenjata, menandai kembalinya ia ke pucuk pimpinan salah satu kekuatan militer terbesar di dunia. Sebelumnya, Kyok-sik telah disingkirkan oleh para pesaingnya.
"Reshuffle adalah bagian dari ujian kesetiaan oleh pemimpin Korut, Jong-un," kata seorang pejabat pemerintah Korsel, seperti dikutip dari thestar. Korsel meyakini, bahwa Kyok-sik memiliki pemikiran untuk melakukan serangan terhadap Korsel.
Hingga kini, tak ada konfirmasi resmi dari pihak Korut atas kabar ini. Korsel menyebut Kyok-sik sebagai seorang Jenderal garis keras. Pada 2010, Kyok-sik yang saat itu memimpin Divisi ke-4 Angkatan Darat Korut, memerintahkan pasukannya melakukan pemboman pada sebuah pulau milik Korsel.
Serangan ini membunuh empat warga Korsel dan langsung meningkatkan ketegangan di antara kedua negara. Hingga kini, Korsel menganggap, Kyok-sik memiliki pemikiran untuk melakukan serangan ke Korsel.
Penunjukan Kyok-sik sebagai Menteri Angkatan Bersenjata, menandai kembalinya ia ke pucuk pimpinan salah satu kekuatan militer terbesar di dunia. Sebelumnya, Kyok-sik telah disingkirkan oleh para pesaingnya.
"Reshuffle adalah bagian dari ujian kesetiaan oleh pemimpin Korut, Jong-un," kata seorang pejabat pemerintah Korsel, seperti dikutip dari thestar. Korsel meyakini, bahwa Kyok-sik memiliki pemikiran untuk melakukan serangan terhadap Korsel.
Hingga kini, tak ada konfirmasi resmi dari pihak Korut atas kabar ini. Korsel menyebut Kyok-sik sebagai seorang Jenderal garis keras. Pada 2010, Kyok-sik yang saat itu memimpin Divisi ke-4 Angkatan Darat Korut, memerintahkan pasukannya melakukan pemboman pada sebuah pulau milik Korsel.
Serangan ini membunuh empat warga Korsel dan langsung meningkatkan ketegangan di antara kedua negara. Hingga kini, Korsel menganggap, Kyok-sik memiliki pemikiran untuk melakukan serangan ke Korsel.
(esn)