China kecam reaksi atas desain paspor baru

Rabu, 28 November 2012 - 21:03 WIB
China kecam reaksi atas...
China kecam reaksi atas desain paspor baru
A A A
Sindonews.com – Pemerintah China mengecam pihak-pihak yang meributkan desain paspor baru yang dikeluarkan negara itu. Pemerintah China menyatakan, orang tak perlu melihat terlalu jauh soal peta yang tercantum dalam paspor baru itu.

“Orang tak perlu melihat terlalu jauh dalam masalah peta di paspor baru China ini. China bersedia untuk tetap berhubungan dengan negara-negara yang relevan dan mempromosikan pembangunan yang sehat dari pertukaran antara China dan dunia luar," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei pada konferensi pers, Rabu (28/11/2012).

Menurutnya, paspor yang mulai dikeluarkan pada April silam itu ditujukan untuk memberi rasa nyaman pada warga China, bukan sebaliknya. Saat ini, banyak warga China yang mengeluhkan paspor baru itu. Sebab, beberapa negara Asia tak mau memberi cap visa masuk di paspor itu.

"Tujuan dari paspor elektronik baru ini adalah untuk memperkuat kemampuan teknologi dan membuat nyaman warga China untuk memasuki atau meninggalkan negeri ini," lanjut Lei.

Desain peta pada paspor baru ini memang memicu kontroversi. Peta ini mencangkup hampir semua wilayah di Laut China Selatan. Sejumlah negara tetangga China, seperti Filipina dan Vietnam telah mengajukan protes atas hal ini.

Selain Filipina, garis di Peta itu juga mencakup wilayah perairan Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia. Peta di paspor baru ini juga menyinggung wilayah kepulauan Diaoyu/Senkakku yang telah menjadi sumber ketegangan antara China dan Jepang. Namun, skala pulau-pulau itu sangat kecil untuk bisa dilihat.

Selain wilayah perairan, peta ini juga menyinggung wilayah daratan negara lain. India mengklaim, dua wilayah di Himalaya ditampilkan sebagai wilayah China pada peta itu. Akibat peta kontroversial ini, banyak negara yang tak mau memberikan cap visa masuk pada warga China pemilik paspor baru. Negara-negara itu memilih memberikan visa masuk diberikan secara terpisah.
(esn)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
2 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
3 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
4 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
5 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
6 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
9 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved