Iran bantah gelar perundingan rahasia dengan AS
Rabu, 28 November 2012 - 17:14 WIB
Iran bantah gelar perundingan rahasia dengan AS
A
A
A
Sindonews.com - Iran membantah laporan media Barat yang menyebut Pemerintah Iran telah menggelar sebuah pembicaraan rahasia dengan Amerika Serikat (AS), menyangkut program nuklir Iran.
"Selama AS masih tetap pada kebijakan masa lalunya, negosiasi tidak diperlukan," ungkap Menteri Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast seperti dilansir dalam presstv, Rabu (28/11/2012).
Mehmanparast menambahkan, negosi akan diselenggarakan jika ada jaminan negoasiasi tersebut akan berlangsung imbang. "Tapi, sejauh ini kami beum melihat ada perubahan sikap mendasar dari pemerintah AS," jelasnya.
Oktober lalu, The New York Times menerbitkan sebuah laporan yang disampaikan oleh seorang pejabat senior Iran. Laporan itu menyebut, Pemerintah AS dan Iran telah menghasilkan sebuah kesepakatan sementara, setelah menggelar sebuah pertemuan rahasia.
Sementara pihak Iran bersikeras, perundingan tesebut harus dilangsungkan setelah pemilu Presiden AS selesai digelar. Guna melanjutkan kembali proses negosiasi, Iran telah mengajukan pra syarat agar AS menghormati hak-hak Iran sebagai negara berdaulat.
Seperti diketahui, AS dan beberapa negara barat menuduh Iran mengembangkan Program nuklir untuk tujuan militer. Namun, Iran membantah tuduhan tersebut. Sebagai negara berdaulat dan telah menandatangani perjanjian non proliferasi nuklir, Iran merasa berhak mengembangkan nuklir untuk kepentingan sipil dan tujuan damai.
"Selama AS masih tetap pada kebijakan masa lalunya, negosiasi tidak diperlukan," ungkap Menteri Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast seperti dilansir dalam presstv, Rabu (28/11/2012).
Mehmanparast menambahkan, negosi akan diselenggarakan jika ada jaminan negoasiasi tersebut akan berlangsung imbang. "Tapi, sejauh ini kami beum melihat ada perubahan sikap mendasar dari pemerintah AS," jelasnya.
Oktober lalu, The New York Times menerbitkan sebuah laporan yang disampaikan oleh seorang pejabat senior Iran. Laporan itu menyebut, Pemerintah AS dan Iran telah menghasilkan sebuah kesepakatan sementara, setelah menggelar sebuah pertemuan rahasia.
Sementara pihak Iran bersikeras, perundingan tesebut harus dilangsungkan setelah pemilu Presiden AS selesai digelar. Guna melanjutkan kembali proses negosiasi, Iran telah mengajukan pra syarat agar AS menghormati hak-hak Iran sebagai negara berdaulat.
Seperti diketahui, AS dan beberapa negara barat menuduh Iran mengembangkan Program nuklir untuk tujuan militer. Namun, Iran membantah tuduhan tersebut. Sebagai negara berdaulat dan telah menandatangani perjanjian non proliferasi nuklir, Iran merasa berhak mengembangkan nuklir untuk kepentingan sipil dan tujuan damai.
(esn)