Bentrok, polisi Thailand tahan 132 demonstran
Sabtu, 24 November 2012 - 19:03 WIB
Bentrok, polisi Thailand tahan 132 demonstran
A
A
A
Sindonews.com - Bentrok antara 17 ribu polisi dan 9 ribu demonstran yang berusaha menggulingkan pemerintah Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra tak terelakan di depan gedung parlemen Thailand, Sabtu (24/11/2012).
Polisi Thailand mengatakan, terpaksa menyemprotkan gas air mata ke arah 9 ribu pengunjuk rasa yang berusaha menerobos barikade polisi Thailand.
Kelompok oposisi Pitak Siam yang dipimpin oleh pensiunan jenderal militer Boonlert Kaewprasit menuduh PM Yingluck melakukan korupsi dan menjadi boneka kakaknya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.
"Saya siap mati jika tidak berhasil menggulingkan pemerintahan ini," ungkap Boonlert seperti diberitakan dalam the star, Sabtu (24/11/2012).
"Dunia akan melihat pemerintah yang korup dan rusak. Tidak hanya itu, dunia juga akan melihat sebuah pemerintahan yang dijalankan oleh sebuah boneka," imbuh Boonlert.
Dalam bentrokan ini, polisi Thailand berhasil menjaring 132 pengunjuk rasa yang terlibat bentrok di depan markas PBB di Asia Pasifik. Kebanyakan dari mereka menyerang polisi dengan batu. Polisi juga berhasil menyita berbagai jenis senjata seperti pisau dan peluru dari tangan para demonstran.
Sejumlah pengunjuk rasa membawa sebuah foto Yingluck yang ditempelkan pada sebuah boneka. Sementara beberapa pengunjuk rasa mengibarkan sebuah bendera kuning sebagai bentuk dukungan bagi keluarga Raja Thailand.
"Saya katakan pada Thaksin jika dia ingin kembali ke Thailand dia harus menyembah raja dan menjalani hukuman penahanan," teriak Boonlert kepada demonstran.
Polisi Thailand mengatakan, terpaksa menyemprotkan gas air mata ke arah 9 ribu pengunjuk rasa yang berusaha menerobos barikade polisi Thailand.
Kelompok oposisi Pitak Siam yang dipimpin oleh pensiunan jenderal militer Boonlert Kaewprasit menuduh PM Yingluck melakukan korupsi dan menjadi boneka kakaknya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.
"Saya siap mati jika tidak berhasil menggulingkan pemerintahan ini," ungkap Boonlert seperti diberitakan dalam the star, Sabtu (24/11/2012).
"Dunia akan melihat pemerintah yang korup dan rusak. Tidak hanya itu, dunia juga akan melihat sebuah pemerintahan yang dijalankan oleh sebuah boneka," imbuh Boonlert.
Dalam bentrokan ini, polisi Thailand berhasil menjaring 132 pengunjuk rasa yang terlibat bentrok di depan markas PBB di Asia Pasifik. Kebanyakan dari mereka menyerang polisi dengan batu. Polisi juga berhasil menyita berbagai jenis senjata seperti pisau dan peluru dari tangan para demonstran.
Sejumlah pengunjuk rasa membawa sebuah foto Yingluck yang ditempelkan pada sebuah boneka. Sementara beberapa pengunjuk rasa mengibarkan sebuah bendera kuning sebagai bentuk dukungan bagi keluarga Raja Thailand.
"Saya katakan pada Thaksin jika dia ingin kembali ke Thailand dia harus menyembah raja dan menjalani hukuman penahanan," teriak Boonlert kepada demonstran.
(esn)