Pemberontak Kongo bersumpah kuasai seluruh negeri
Kamis, 22 November 2012 - 06:30 WIB
Pemberontak Kongo bersumpah kuasai seluruh negeri
A
A
A
Sindonews.com – Pemberontak Kongo yang menamakan diri M23, bersumpah tak akan menghentikan langkah di kota Goma. Mereka ingin menguasai seluruh negeri dan menurunkan Presiden Joseph Kabila dari tampuk kekuasaan.
"Kami tidak akan berhenti di Goma, kami juga akan menguasai Bukavu, Kisangani, dan Kinshasa," kata juru bicara M23, Viannay Kazarama di sebuah Stadion sepakbola di Goma, Rabu (21/11/2012).
Sehari sebelumnya, dengan mudah M23 memasuki dan merebut kota Goma. Di kota ini, M23 disambut meriah oleh penduduk kota saat melewati jalan-jalan utama. Kazarama menyerukan pada polisi dan tentara untuk bergabung dengan kaum pemberontak.
Sebelum memasuki Goma, M23 sempat mengajukan usul untuk melakukan pembicaraan damai dengan Pemerintah Kongo. Namun, usulan ini ditolak Pemerintah Kongo. M23 pun mengaku akan terus melebarkan daerah kekuasaan mereka sampai Pemerintah Kongo mau berdialog.
Sebenarnya, PBB memiliki 1.500 pasukan penjaga perdamaian yang ditempatkan di Goma. Pasukan ini sengaja diterjunkan untuk membantu pasukan Pemerintah Kongo memerangi pemberontak. Namun, pasukan PBB memilih untuk tidak memberikan perlawanan, dengan pertimbangan baku tembak akan membahayakan penduduk sipil di Goma.
“Apakah Anda mau melepaskan tembakan dan membahayakan masyarakat sipil?” kata Wakil Juru Bicara Pasukan perdamaian, Eduardo del Buey. Pemberontak M23 dituding sebagai penyebab tewasnya ratusan warga Kongo, sejak mereka melancarkan pemberontakan pada April lalu.
"Kami tidak akan berhenti di Goma, kami juga akan menguasai Bukavu, Kisangani, dan Kinshasa," kata juru bicara M23, Viannay Kazarama di sebuah Stadion sepakbola di Goma, Rabu (21/11/2012).
Sehari sebelumnya, dengan mudah M23 memasuki dan merebut kota Goma. Di kota ini, M23 disambut meriah oleh penduduk kota saat melewati jalan-jalan utama. Kazarama menyerukan pada polisi dan tentara untuk bergabung dengan kaum pemberontak.
Sebelum memasuki Goma, M23 sempat mengajukan usul untuk melakukan pembicaraan damai dengan Pemerintah Kongo. Namun, usulan ini ditolak Pemerintah Kongo. M23 pun mengaku akan terus melebarkan daerah kekuasaan mereka sampai Pemerintah Kongo mau berdialog.
Sebenarnya, PBB memiliki 1.500 pasukan penjaga perdamaian yang ditempatkan di Goma. Pasukan ini sengaja diterjunkan untuk membantu pasukan Pemerintah Kongo memerangi pemberontak. Namun, pasukan PBB memilih untuk tidak memberikan perlawanan, dengan pertimbangan baku tembak akan membahayakan penduduk sipil di Goma.
“Apakah Anda mau melepaskan tembakan dan membahayakan masyarakat sipil?” kata Wakil Juru Bicara Pasukan perdamaian, Eduardo del Buey. Pemberontak M23 dituding sebagai penyebab tewasnya ratusan warga Kongo, sejak mereka melancarkan pemberontakan pada April lalu.
(esn)