NATO tempatkan rudal Patriot di perbatasan Turki & Suriah
Selasa, 20 November 2012 - 18:32 WIB
NATO tempatkan rudal Patriot di perbatasan Turki & Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu mengatakan, negara anggota NATO menyetujui permintaan Turki untuk menyediakan sistem rudal Patriot milik NATO di wilayah Turki yang berbatasan dengan Suriah.
Davutoglu mengatakan, sejumlah negara pemasok sistem rudal Patriot milik NATO telah menyetujui permintaan untuk mengamankan 900 km wilayah perbatasan Turki-Suriah.
"Sebuah kerja intensif tengah berlangsung dan kami sedang dalam tahap akhir pembicaraan," ungkap Davutoglu dalam sebuah konfrensi pers seperti diberitakan dalam the star, Selasa (20/11/2012).
Negara anggota NATO yang memiliki sistem pertahanan rudal Patriot adalah Amerika Serikat (AS), Belanda, dan Jerman. Baik AS maupun Belanda telah menyetujui permintaan Turki, sementara Jerman masih mempertimbangkan permintaaan Turki.
Menanggapi permintaan Turki, Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen mengatakan, penyebaran sistem rudal Patriot milik NATO di wilayah perbatasan Turki-Suriah dimaksudkan sebagai langkah pertahanan.
Penempatan rudal Patriot ini dimaksudkan untuk menangkis serangan mortir yang ditembakan dari Suriah ke wilayah Turki dan bukan untuk menegakkan zona larangan terbang di atas Suriah.
Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Turki secara resmi meminta NATO untuk menyiapkan rudal di daerah Turki yang berbatasan dengan Suriah. Permintaan ini akan diajukan Turki pada Senin (19/11/2012), karena khawatir dengan perkembangan perang saudara di Suriah.
Davutoglu mengatakan, sejumlah negara pemasok sistem rudal Patriot milik NATO telah menyetujui permintaan untuk mengamankan 900 km wilayah perbatasan Turki-Suriah.
"Sebuah kerja intensif tengah berlangsung dan kami sedang dalam tahap akhir pembicaraan," ungkap Davutoglu dalam sebuah konfrensi pers seperti diberitakan dalam the star, Selasa (20/11/2012).
Negara anggota NATO yang memiliki sistem pertahanan rudal Patriot adalah Amerika Serikat (AS), Belanda, dan Jerman. Baik AS maupun Belanda telah menyetujui permintaan Turki, sementara Jerman masih mempertimbangkan permintaaan Turki.
Menanggapi permintaan Turki, Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen mengatakan, penyebaran sistem rudal Patriot milik NATO di wilayah perbatasan Turki-Suriah dimaksudkan sebagai langkah pertahanan.
Penempatan rudal Patriot ini dimaksudkan untuk menangkis serangan mortir yang ditembakan dari Suriah ke wilayah Turki dan bukan untuk menegakkan zona larangan terbang di atas Suriah.
Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Turki secara resmi meminta NATO untuk menyiapkan rudal di daerah Turki yang berbatasan dengan Suriah. Permintaan ini akan diajukan Turki pada Senin (19/11/2012), karena khawatir dengan perkembangan perang saudara di Suriah.
(esn)