Aparat China bongkar sindikat pemalsu tas mewah
Senin, 19 November 2012 - 20:10 WIB
Aparat China bongkar sindikat pemalsu tas mewah
A
A
A
Sindonews.com – Kepolisian China bekerja sama dengan penegak hukum Amerika Serikat (AS) berhasil membongkar sebuah kasus kriminal transnasional. Petugas dua negara itu membongkar sindikat manufaktur dan eksportir tas-tas palsu yang menggunakan merek-merek ternama, semisal Louis Vuitton, Hermes, dan Coach.
Aparat juga berhasil menangkap 73 tersangka yang terkait kasus ini. “Polisi telah menyita lebih dari 20 ribu tas palsu yang dicap sebagai Louis Vuitton, Hermes atau Coach. Kami juga berhasil menutup 37 lokasi ilegal untuk produksi dan penjualan tas tersebut,” kata sebuah pernyataan Kementerian Keamanan Publik, Minggu (18/11/2012).
Menurut pernyataan itu, para tersangka telah behasil menjual lebih dari 960 ribu tas palsu. Selain menyita tas-tas palsu, polisi juga menyita 17 set peralatan untuk memproduksi tas dan menyita 91 rekening bank yang digunakan untuk menerima dan mentransfer keuntungan dari bisnis ilegal ini.
Aparat China mulai mendapat informasi soal pabrik pembuat tas palsu di Provinsi Guangdong ini pada Januari silam. Aparat China lalu bertukar informasi dengan pihak Imigrasi dan Bea Cukai AS, serta mengusulkan penyelidikan bersama.Investigasi yang dilakukan aparat menemukan fakta, bahwa barang-barang palsu ini diekspor ke AS dan Timur Tengah.
Aparat juga berhasil menangkap 73 tersangka yang terkait kasus ini. “Polisi telah menyita lebih dari 20 ribu tas palsu yang dicap sebagai Louis Vuitton, Hermes atau Coach. Kami juga berhasil menutup 37 lokasi ilegal untuk produksi dan penjualan tas tersebut,” kata sebuah pernyataan Kementerian Keamanan Publik, Minggu (18/11/2012).
Menurut pernyataan itu, para tersangka telah behasil menjual lebih dari 960 ribu tas palsu. Selain menyita tas-tas palsu, polisi juga menyita 17 set peralatan untuk memproduksi tas dan menyita 91 rekening bank yang digunakan untuk menerima dan mentransfer keuntungan dari bisnis ilegal ini.
Aparat China mulai mendapat informasi soal pabrik pembuat tas palsu di Provinsi Guangdong ini pada Januari silam. Aparat China lalu bertukar informasi dengan pihak Imigrasi dan Bea Cukai AS, serta mengusulkan penyelidikan bersama.Investigasi yang dilakukan aparat menemukan fakta, bahwa barang-barang palsu ini diekspor ke AS dan Timur Tengah.
(esn)