Pemimpin ASEAN teken deklarasi HAM
Minggu, 18 November 2012 - 15:12 WIB
Pemimpin ASEAN teken deklarasi HAM
A
A
A
Sindonews.com – Para Pemimpin negara-negara ASEAN telah mengadopsi ASEAN Human Rights Declaration pada KTT ASEAN ke-21, Minggu (18/11/2012). Deklarasi HAM ASEAN ini menyatakan, bahwa setiap orang berhak atas hak-hak tertentu, terlepas dari ras, jenis kelamin, usia, bahasa, agama, dan opini politik.
Deklarasi tersebut juga menyatakan, bahwa hak-hak perempuan, anak, orang tua, dan orang cacat dan pekerja migran merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan mengatakan, penetapan deklarasi merupakan pengembangan utama dan negara-negara anggota siap untuk berkomitmen untuk hal ini.
"ASEAN harus mengejar perlindungan dan promosi hak asasi manusia di wilayah ini dengan cara kita sendiri. ASEAN juga mencoba untuk mempertahankan standar tertinggi seperti yang dinyatakan dalam deklarasi sebagai instrumen dari masyarakat internasional," kata Pitsuwan dalam konferensi pers, Minggu (18/11/2012).
Deklarasi HAM memang jadi salah satu agenda utama dalam KTT ASEAN, 18-19 November di Phnom Penh, Kamboja. ASEAN sendiri didirikan pada 1967, dengan anggota Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Deklarasi tersebut juga menyatakan, bahwa hak-hak perempuan, anak, orang tua, dan orang cacat dan pekerja migran merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan mengatakan, penetapan deklarasi merupakan pengembangan utama dan negara-negara anggota siap untuk berkomitmen untuk hal ini.
"ASEAN harus mengejar perlindungan dan promosi hak asasi manusia di wilayah ini dengan cara kita sendiri. ASEAN juga mencoba untuk mempertahankan standar tertinggi seperti yang dinyatakan dalam deklarasi sebagai instrumen dari masyarakat internasional," kata Pitsuwan dalam konferensi pers, Minggu (18/11/2012).
Deklarasi HAM memang jadi salah satu agenda utama dalam KTT ASEAN, 18-19 November di Phnom Penh, Kamboja. ASEAN sendiri didirikan pada 1967, dengan anggota Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
(esn)