Operasi gabungan Rusia-Kazakhstan sita 125 kg narkoba
Sabtu, 17 November 2012 - 11:00 WIB
Operasi gabungan Rusia-Kazakhstan sita 125 kg narkoba
A
A
A
Sindonews.com – Petugas Perbatasan dan layanan anti narkoba Rusia dan Kazakhstan berhasil menyita 125 kg ganja, heroin, dan zat ilegal lainnya selama operasi gabungan.
“Operasi gabungan yang diberi sandi Soyuz itu bertujuan menghancurkan perdagangan ilegal narkoba, senjata, dan amunisi,” sebut pernyataan Layanan Federal Anti narkoba Rusia (FSKN), Jumat (16/11/2012), seperti dikutip dari Xinhua.
Operasi ini dilakukan di daerah perbatasan Altai, Astrakhan, Volgograd, Saratov, Orenburg, Chelyabinsk, Kurgan, Omsk, Tyumen, dan Novosibirsk. Selain FSKN, dinas perpajakan, migrasi, dan Kepolisian Rusia juga ambil bagian dalam operasi ini.
"Selama operasi ini, kami menahan 314 orang dan menyita 125 kg obat-obatan terlarang," lanjut pernyataan FSKN. Setelah Uni Soviet bubar, beberapa negara pecahannya memang masih berjuang dengan beberapa masalah pelik, seperti perdagangan manusia dan penyelundupan obat-obat terlarang.
Pada bulan September, Kepala FSKN Victor Ivanov mengatakan, Rusia adalah salah satu tujuan akhir untuk obat-obat terlarang yang diproduksi di Afghanistan. Saat ini di Rusia, lebih dari 100 ribu pecandu narkoba meninggal setiap tahun dan sekitar 8,5 juta orang menggunakan zat narkotika secara teratur.
“Operasi gabungan yang diberi sandi Soyuz itu bertujuan menghancurkan perdagangan ilegal narkoba, senjata, dan amunisi,” sebut pernyataan Layanan Federal Anti narkoba Rusia (FSKN), Jumat (16/11/2012), seperti dikutip dari Xinhua.
Operasi ini dilakukan di daerah perbatasan Altai, Astrakhan, Volgograd, Saratov, Orenburg, Chelyabinsk, Kurgan, Omsk, Tyumen, dan Novosibirsk. Selain FSKN, dinas perpajakan, migrasi, dan Kepolisian Rusia juga ambil bagian dalam operasi ini.
"Selama operasi ini, kami menahan 314 orang dan menyita 125 kg obat-obatan terlarang," lanjut pernyataan FSKN. Setelah Uni Soviet bubar, beberapa negara pecahannya memang masih berjuang dengan beberapa masalah pelik, seperti perdagangan manusia dan penyelundupan obat-obat terlarang.
Pada bulan September, Kepala FSKN Victor Ivanov mengatakan, Rusia adalah salah satu tujuan akhir untuk obat-obat terlarang yang diproduksi di Afghanistan. Saat ini di Rusia, lebih dari 100 ribu pecandu narkoba meninggal setiap tahun dan sekitar 8,5 juta orang menggunakan zat narkotika secara teratur.
(esn)