Bom meledak di Afghanistan, 17 tewas
Sabtu, 17 November 2012 - 09:00 WIB
Bom meledak di Afghanistan, 17 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah bom pinggir jalan meledak tepat di bawah sebuah mobil van yang sarat penumpang di Provinsi Farah, sebelah Barat Afghanistan, Jumat (16/11/2012). Akibat ledakan itu, sedikitnya 17 tewas dan 9 lainnya menderita luka-luka.
“Kebanyakan dari korban adalah perempuan dan anak-anak. Mereka baru saja kembali dari sebuah acara pernikahan,” ujar Abdul Rahman Zwandai, Juru Bicara pemerintah daerah setempat, seperti dikutip dari the star.
Bom yang meledak sore hari itu ditanam di sebuah jalan pedesaan, jalur yang dilalui prosesi kendaraan seusai menghadiri pernikahan. Selama ini, Provinsi Farah dikenal sebagai daerah yang relatif damai.
Sama seperti persitiwa bom lainnya di Afghanistan, Taliban dituding bertanggungjawab atas aksi bom kali ini. "Taliban bertanggung jawab untuk ini. Mereka ingin menciptakan ketakutan dengan melakukan serangan tersebut," lanjut Zwandai.
Akhir pekan lalu, sebuah bom yang juga ditanam di pinggir jalan menewaskan satu keluarg yang menumpang mobil. Keluarga ini baru saja meninggalkan rumah sakit, setelah salah satu anggota keluarga mereka melahirkan. Peristiwa ini terjadi di Provinsi Khost Sabari.
“Kebanyakan dari korban adalah perempuan dan anak-anak. Mereka baru saja kembali dari sebuah acara pernikahan,” ujar Abdul Rahman Zwandai, Juru Bicara pemerintah daerah setempat, seperti dikutip dari the star.
Bom yang meledak sore hari itu ditanam di sebuah jalan pedesaan, jalur yang dilalui prosesi kendaraan seusai menghadiri pernikahan. Selama ini, Provinsi Farah dikenal sebagai daerah yang relatif damai.
Sama seperti persitiwa bom lainnya di Afghanistan, Taliban dituding bertanggungjawab atas aksi bom kali ini. "Taliban bertanggung jawab untuk ini. Mereka ingin menciptakan ketakutan dengan melakukan serangan tersebut," lanjut Zwandai.
Akhir pekan lalu, sebuah bom yang juga ditanam di pinggir jalan menewaskan satu keluarg yang menumpang mobil. Keluarga ini baru saja meninggalkan rumah sakit, setelah salah satu anggota keluarga mereka melahirkan. Peristiwa ini terjadi di Provinsi Khost Sabari.
(esn)