ASEAN akan adopsi deklarasi HAM
Jum'at, 16 November 2012 - 18:22 WIB
ASEAN akan adopsi deklarasi HAM
A
A
A
Sindonews.com – Salah satu agenda utama dalam KTT ASEAN, 18-19 November di Phnom Penh, Kamboja adalah pengadopsian deklarasi Hak Asasi Manusia (HAM) yang ditujukan untuk memerangi pelanggaran HAM, seperti penangkapan ilegal dan penyiksaan.
Para pemimpin ASEAN dijadwalkan untuk secara resmi mengadopsi Deklarasi HAM ASEAN ini pada Minggu (18/11/2012). Menurut Menteri Luar Negeri Kamboja, Hor Namhong, ini adalah langkah positif.
"Ini adalah pertama kalinya ASEAN memiliki deklarasi tentang hal ini. Dan saya pikir, itu adalah langkah yang baik," kata Namhong, seperti dikutip dari Chinadaily, Jumat (16/11/2012).
Namhong berharap, deklarasi ini bisa terus ditingkatkan. “Di masa depan, di mana deklarasi ini diperlukan, Komisi Antar Pemerintah ASEAN tentang HAM dapat mengadakan pertemuan dengan masyarakat sipil untuk meningkatkan deklarasi ini," lanjutnya.
Selain para pemimpin ASEAN, turut hadir dalam KTT ini beberapa pemimpin negara dari kawasan lain. Seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Tutur pula hadir Perdana Menteri China Wen Jiabao, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda, Perdana Menteri India Manmohan Singh, Perdana Menteri Australia Julia Gillard, dan Perdana Menteri Selandia Baru John Key.
Diperkirakan, even ini akan dihadiri oleh 1.700 media massa. Menurut Pemerintah Kamboja, banyaknya media asing yang hadir merupakan indikasi besarnya perhatian dunia terhadap ASAN. Pemerintah Kamboja telah bekerja keras untuk menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi media-media asing yang meliput even ini.
Para pemimpin ASEAN dijadwalkan untuk secara resmi mengadopsi Deklarasi HAM ASEAN ini pada Minggu (18/11/2012). Menurut Menteri Luar Negeri Kamboja, Hor Namhong, ini adalah langkah positif.
"Ini adalah pertama kalinya ASEAN memiliki deklarasi tentang hal ini. Dan saya pikir, itu adalah langkah yang baik," kata Namhong, seperti dikutip dari Chinadaily, Jumat (16/11/2012).
Namhong berharap, deklarasi ini bisa terus ditingkatkan. “Di masa depan, di mana deklarasi ini diperlukan, Komisi Antar Pemerintah ASEAN tentang HAM dapat mengadakan pertemuan dengan masyarakat sipil untuk meningkatkan deklarasi ini," lanjutnya.
Selain para pemimpin ASEAN, turut hadir dalam KTT ini beberapa pemimpin negara dari kawasan lain. Seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Tutur pula hadir Perdana Menteri China Wen Jiabao, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda, Perdana Menteri India Manmohan Singh, Perdana Menteri Australia Julia Gillard, dan Perdana Menteri Selandia Baru John Key.
Diperkirakan, even ini akan dihadiri oleh 1.700 media massa. Menurut Pemerintah Kamboja, banyaknya media asing yang hadir merupakan indikasi besarnya perhatian dunia terhadap ASAN. Pemerintah Kamboja telah bekerja keras untuk menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi media-media asing yang meliput even ini.
(esn)