Menhan ASEAN gelar pertemuan di Kamboja
Jum'at, 16 November 2012 - 18:17 WIB
Menhan ASEAN gelar pertemuan di Kamboja
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Pertahanan (Menhan) dari 10 negara anggota ASEAN menggelar pertemuan untuk bertukar pandangan dan menentukan langkah-langkah guna menjalin kerjasama dalam rangka memelihara perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut. Pertemuan ini digelar di Kamboja, Jumat (16/11/2012), dua hari jelang berlangsungnya KTT ASEAN di negara itu.
Berbicara pada pembukaan ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM), Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Banh. Ia mengatakan, bahwa ASEAN perlu memperkuat kerjasama dan kemitraan untuk bereaksi terhadap tantangan saat ini.
"Tidak ada satu pun negara yang dapat menyelesaikan semua masalah keamanan seorang diri," kata Banh. "Kita perlu bekerja sama dan menjalin kemitraan untuk mengatasi tantangan keamanan. Dan, kita perlu menciptakan potensi untuk pembentukan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN yang kuat pada tahun 2015," lanjutnya.
Menurutnya, Kamboja akan menyerahkan peran sebagai ketua ADMM 2013 ke Kementerian Pertahanan Brunei Darussalam. Banh juga menyatakan, Brunei akan menjadi tuan rumah latihan militer yang pertama kali digelar di bawah ADMM-Plus. Selain latihan militer, ADMM-Plus juga akan menggelar latihan penyaluran bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan skema Kedokteran Militer.
"Latihan bersama ini secara signifikan akan memberikan kontribusi pada kerjasama keamanan praktis non-tradisional bagi tantangan keamanan," katanya. ASEAN sendiri didirikan pada 1967, dengan anggota Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Berbicara pada pembukaan ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM), Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Banh. Ia mengatakan, bahwa ASEAN perlu memperkuat kerjasama dan kemitraan untuk bereaksi terhadap tantangan saat ini.
"Tidak ada satu pun negara yang dapat menyelesaikan semua masalah keamanan seorang diri," kata Banh. "Kita perlu bekerja sama dan menjalin kemitraan untuk mengatasi tantangan keamanan. Dan, kita perlu menciptakan potensi untuk pembentukan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN yang kuat pada tahun 2015," lanjutnya.
Menurutnya, Kamboja akan menyerahkan peran sebagai ketua ADMM 2013 ke Kementerian Pertahanan Brunei Darussalam. Banh juga menyatakan, Brunei akan menjadi tuan rumah latihan militer yang pertama kali digelar di bawah ADMM-Plus. Selain latihan militer, ADMM-Plus juga akan menggelar latihan penyaluran bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan skema Kedokteran Militer.
"Latihan bersama ini secara signifikan akan memberikan kontribusi pada kerjasama keamanan praktis non-tradisional bagi tantangan keamanan," katanya. ASEAN sendiri didirikan pada 1967, dengan anggota Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
(esn)