Putin pecat dua Deputi Menteri Pertahanan Rusia
Jum'at, 16 November 2012 - 14:02 WIB
Putin pecat dua Deputi Menteri Pertahanan Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Perombakan yang dilakukan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Kementerian Pertahanan Rusia kian meluas. Seperti dikutip dari the star, Kamis (15/11/2012), Putin baru saja memecat dua Deputi di Kementerian Pertahanan, Yelena Kozlova dan Dmitry Chushkin.
“Presiden telah membebaskan Deputi Kementerian Pertahanan dari posisi mereka,” kata sebuah pernyataan yang diterbitkan Kremlin.
Selama ini, Kozlova bertugas sebagai pengawas keuangan di Kementerian Pertahanan dan Chushkin bertanggung jawab atas komunikasi teknologi. Pekan lalu, Putin juga sudah memecat Menteri Pertahanan, Anatoly Serdyukov karena diduga melakukan penipuan.
Putin lalu mengangkat Sergei Shoigu sebagai Menteri Pertahanan yang baru. Sedangkan untuk pengganti dua Deputi itu, Putin akan memasukan dua figur yang direkomendasikan oleh Shoigu. Dua figur itu adalah Ruslan Tsalikov dan Yuri Borisov. Tsalikov dan Borisov adalah orang-orang kepercayaan Shoigu.
Shoigu dan orang-orangnya diharapkan bisa melakukan reformasi militer dan mengawasi pengeluaran sekitar 23 triliun rubel untuk mengganti persenjataan Rusia yang sudah tua. Putin ingin persenjataan negerinya bisa direformasi, paling lambat pada akhir dekade ini.
“Presiden telah membebaskan Deputi Kementerian Pertahanan dari posisi mereka,” kata sebuah pernyataan yang diterbitkan Kremlin.
Selama ini, Kozlova bertugas sebagai pengawas keuangan di Kementerian Pertahanan dan Chushkin bertanggung jawab atas komunikasi teknologi. Pekan lalu, Putin juga sudah memecat Menteri Pertahanan, Anatoly Serdyukov karena diduga melakukan penipuan.
Putin lalu mengangkat Sergei Shoigu sebagai Menteri Pertahanan yang baru. Sedangkan untuk pengganti dua Deputi itu, Putin akan memasukan dua figur yang direkomendasikan oleh Shoigu. Dua figur itu adalah Ruslan Tsalikov dan Yuri Borisov. Tsalikov dan Borisov adalah orang-orang kepercayaan Shoigu.
Shoigu dan orang-orangnya diharapkan bisa melakukan reformasi militer dan mengawasi pengeluaran sekitar 23 triliun rubel untuk mengganti persenjataan Rusia yang sudah tua. Putin ingin persenjataan negerinya bisa direformasi, paling lambat pada akhir dekade ini.
(esn)