Aksi mogok nyaris lumpuhkan Portugal
Rabu, 14 November 2012 - 20:50 WIB
Aksi mogok nyaris lumpuhkan Portugal
A
A
A
Sindonews.com – Pemogokan masal terjadi di Portugal, Rabu (14/11/2012). Aksi ini adalah bentuk protes terhadap program penghematan yang dilakukan Pemerintah Portugal. Akibat dari aksi pemogokan ini, transportasi umum di Portugal lumpuh.
Maskapai penerbangan nasional Portugal, TAP, terpaksa membatalkan 173 penerbangan pada hari ini. Selain itu, banyak kereta api yang tak beroperasi dan layanan kereta Metro di Lisabon berhenti. Feri yang biasanya membawa penumpang melintasi sungai Tage di Lisbon, hanya beroperasi separuhnya.
Staf rumah sakit juga bergabung aksi pemogokan ini. Bahkan, di beberapa tempat, hampir 90 persen staf medis melakukan aksi mogok. Pun dengan pelayanan sampah di Lisbon yang hampir seluruhnya berhenti.
Federasi Serikat Perdagangan Utama di Portugal (CGTP) menyebut aksi mogok ini adalah tanda ketidakpuasan dan peringatan kepada otoritas Eropa. “Tujuan dari serangan ini adalah untuk menuntut jawaban terhadap masalah-masalah bangsa Portugis dan salah satu prioritasnya adalah perubahan kebijakan," kata Sekjen CGTP, Armenio Carlos.
Ini adalah aksi mogok kedua yang terjadi di Portugal. Sebelumnya, pada Maret lalu, aksi mogok juga sempat melanda negara itu.
"Saya mogok karena kaum pekerja diperas dan dipaksa mengorbankan lebih banyak dengan dasar pengurangan hutang. Pada dasarnya, ini adalah kebohongan besar," kata Daniel Santos de Jesus, seorang pengajar arsitektur di Universitas Teknik Lisbon.
Maskapai penerbangan nasional Portugal, TAP, terpaksa membatalkan 173 penerbangan pada hari ini. Selain itu, banyak kereta api yang tak beroperasi dan layanan kereta Metro di Lisabon berhenti. Feri yang biasanya membawa penumpang melintasi sungai Tage di Lisbon, hanya beroperasi separuhnya.
Staf rumah sakit juga bergabung aksi pemogokan ini. Bahkan, di beberapa tempat, hampir 90 persen staf medis melakukan aksi mogok. Pun dengan pelayanan sampah di Lisbon yang hampir seluruhnya berhenti.
Federasi Serikat Perdagangan Utama di Portugal (CGTP) menyebut aksi mogok ini adalah tanda ketidakpuasan dan peringatan kepada otoritas Eropa. “Tujuan dari serangan ini adalah untuk menuntut jawaban terhadap masalah-masalah bangsa Portugis dan salah satu prioritasnya adalah perubahan kebijakan," kata Sekjen CGTP, Armenio Carlos.
Ini adalah aksi mogok kedua yang terjadi di Portugal. Sebelumnya, pada Maret lalu, aksi mogok juga sempat melanda negara itu.
"Saya mogok karena kaum pekerja diperas dan dipaksa mengorbankan lebih banyak dengan dasar pengurangan hutang. Pada dasarnya, ini adalah kebohongan besar," kata Daniel Santos de Jesus, seorang pengajar arsitektur di Universitas Teknik Lisbon.
(esn)