Polisi dan demonstran bentrok di Spanyol
Rabu, 14 November 2012 - 20:21 WIB
Polisi dan demonstran bentrok di Spanyol
A
A
A
Sindonews.com – Bentrokan antara polisi dengan demonstran tak terelakan di Spanyol, Rabu (14/11/2012), ketika ribuan orang turun ke jalan memprotes pemotongan anggaran belanja yang menyebabkan krisis ekonomi kian memburuk.
Di Madrid, Polisi anti huru hara menangkap setidaknya dua pengunjuk rasa dan memukuli para pengunjuk rasa. Di Barcelona, kota terbesar kedua di Spanyol, ratusan kontainer sampah dibakar.
Total lebih dari 60 orang ditangkap di Spanyol dan 34 terluka, 18 di antaranya adalah petugas keamanan. Para pengunjuk rasa juga menutup mesin-mesin ATM dengan plester dan lem, sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang menyebabkan krisis ekonomi di Spanyol.
Ratusan penerbangan dibatalkan, pabrik mobil, pelabuhan, dan layanan kereta tak beroperasi lantaran serikat pekerja mengadakan pemogokan. "Kami mogok untuk menghentikan kebijakan bunuh diri," kata Candido Mendez, Kepala Federasi Buruh terbesar kedua di Spanyol.
Pemberi pinjaman internasional dan beberapa ekonom mengatakan, program kenaikan pajak dan pemotongan belanja diperlukan untuk menempatkan keuangan publik kembali pada jalur yang sehat.
Krisis ekonomi di Spanyol telah mendorong jutaan orang ke dalam kemiskinan. Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy sedang mencoba untuk menunda meminta bantuan Eropa. Ia berupaya agar Bank Sentral Eropa meningkatkan pembelian obligasi yang ditawarkan Spanyol.
Di Madrid, Polisi anti huru hara menangkap setidaknya dua pengunjuk rasa dan memukuli para pengunjuk rasa. Di Barcelona, kota terbesar kedua di Spanyol, ratusan kontainer sampah dibakar.
Total lebih dari 60 orang ditangkap di Spanyol dan 34 terluka, 18 di antaranya adalah petugas keamanan. Para pengunjuk rasa juga menutup mesin-mesin ATM dengan plester dan lem, sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang menyebabkan krisis ekonomi di Spanyol.
Ratusan penerbangan dibatalkan, pabrik mobil, pelabuhan, dan layanan kereta tak beroperasi lantaran serikat pekerja mengadakan pemogokan. "Kami mogok untuk menghentikan kebijakan bunuh diri," kata Candido Mendez, Kepala Federasi Buruh terbesar kedua di Spanyol.
Pemberi pinjaman internasional dan beberapa ekonom mengatakan, program kenaikan pajak dan pemotongan belanja diperlukan untuk menempatkan keuangan publik kembali pada jalur yang sehat.
Krisis ekonomi di Spanyol telah mendorong jutaan orang ke dalam kemiskinan. Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy sedang mencoba untuk menunda meminta bantuan Eropa. Ia berupaya agar Bank Sentral Eropa meningkatkan pembelian obligasi yang ditawarkan Spanyol.
(esn)