Harga BBM naik, Yordania dilanda gelombang protes
Rabu, 14 November 2012 - 17:13 WIB
Harga BBM naik, Yordania dilanda gelombang protes
A
A
A
Sindonews.com - Protes meletus di Ibu Kota Yordania, Amman dan kota-kota Provinsi setelah pemerintah mengurangi subsidi BBM, Selasa (13/11/2012). Ratusan pengunjuk rasa meneriakkan slogan melawan Raja Abdullah dan pasukan intelijen Yordania.
Sebelumnya, tak pernah ada kecaman pribadi terhadap Raja Abdullah dalam aski demonstrasi di Yordania. Pemerintah Yordania mengurangi subsidi BBM dalam rangka mengamankan pinjama IMF senilai USD2 miliar.
"Kebebasan, kebebasan, turunkan Abdullah," teriak pemuda di alun-alun utama Dakhiliyah di jantung Amman. Sebagian massa yang marah mengecam kenaikan harga BBM. Dalam aksi demonstrasi ini, sebuah pom bensin di kota Irbid dibakar massa.
Kenaikan harga BBM di Yordania memang cukup besar. Pemerintah mematok kenaikan hingga 50 persen untuk gas tabung yang biasa digunakan untuk memasak. Sedangkan kenaikan solar dan minyak tanah mencapai 33 persen. Untuk bensin, pemerintah Yordania menerapkan kenaikan 14 persen.
Perdana Menteri Yordania, Abdullah Ensour memperingatkan oposisi Islam utama, Ikhwanul Muslimin, yang juga partai politik terbesar di negara itu, untuk tidak mengeksploitasi kenaikan harga BBM menjadi isu politik.
Menurut Ensour, kenaikan harga BBM tidak dapat dihindari. "Jika langkah itu tertunda, kita akan menghadapi bencana dan kepailitan," katanya dalam sebuah wawancara dengan televisi negara.
Sebelumnya, tak pernah ada kecaman pribadi terhadap Raja Abdullah dalam aski demonstrasi di Yordania. Pemerintah Yordania mengurangi subsidi BBM dalam rangka mengamankan pinjama IMF senilai USD2 miliar.
"Kebebasan, kebebasan, turunkan Abdullah," teriak pemuda di alun-alun utama Dakhiliyah di jantung Amman. Sebagian massa yang marah mengecam kenaikan harga BBM. Dalam aksi demonstrasi ini, sebuah pom bensin di kota Irbid dibakar massa.
Kenaikan harga BBM di Yordania memang cukup besar. Pemerintah mematok kenaikan hingga 50 persen untuk gas tabung yang biasa digunakan untuk memasak. Sedangkan kenaikan solar dan minyak tanah mencapai 33 persen. Untuk bensin, pemerintah Yordania menerapkan kenaikan 14 persen.
Perdana Menteri Yordania, Abdullah Ensour memperingatkan oposisi Islam utama, Ikhwanul Muslimin, yang juga partai politik terbesar di negara itu, untuk tidak mengeksploitasi kenaikan harga BBM menjadi isu politik.
Menurut Ensour, kenaikan harga BBM tidak dapat dihindari. "Jika langkah itu tertunda, kita akan menghadapi bencana dan kepailitan," katanya dalam sebuah wawancara dengan televisi negara.
(esn)