Korut diduga kirim suku cadang rudal ke Suriah
Rabu, 14 November 2012 - 16:32 WIB
Korut diduga kirim suku cadang rudal ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) menggagalkan pengiriman 445 silinder grafit dari Korea Utara (Korut) ke Suriah. Silinder grafit yang bisa digunakan sebagai suku cadang rudal balistik ini ditemukan di atas kapal China yang sedang berlabuh di Busan, Korsel.
“Pada Mei lalu, sebuah pengiriman silinder grafit yang dapat digunakan dalam program rudal balistik dan diduga berasal dari Korut ditemukan di atas kapal laut Cina yang sedang dalam perjalanan ke Suriah. Ini adalah pelanggaran atas sanksi PBB,” kata para diplomat Korsel, seperti dikutip dari the star, Selasa (13/11/2012).
Menurut pejabat Korsel, Pemerintah Korsel berhak menghentikan kapal tersebut. Silinder grafit itu ditujukan pada Electric Parts, sebuah perusahaan di Suriah. Para pejabat menduga, Electric Parts adalah anak perusahaan dari perusahaan perdagangan Korut.
Pemerintah China sendiri mengaku akan memberi bantuan maksimal untuk mengusut kasus ini. "Tampaknya, silinder itu ditujukan untuk program rudal Suriah," kata seorang diplomat Korsel. "China meyakinkan kami, bahwa mereka akan menyelidiki apa yang tampak seperti pelanggaran sanksi PBB ini," lanjutnya.
Seorang diplomat Korsel lainnya mengatakan, ada kemungkinan bahwa awak kapal Cina tidak tahu muatan apa yang mereka bawa. “Benar-benar sebuah hal yang baik, bahwa China menunjukkan kesediaan untuk menyelidiki," ungkapnya.
Korut dilarang mengimpor atau mengekspor teknologi nuklir dan rudal di bawah sanksi Dewan Keamanan PBB yang dikenakan terhadap Pyongyang karena tes nuklir yang mereka lakukan pada tahun 2006 dan 2009.
“Pada Mei lalu, sebuah pengiriman silinder grafit yang dapat digunakan dalam program rudal balistik dan diduga berasal dari Korut ditemukan di atas kapal laut Cina yang sedang dalam perjalanan ke Suriah. Ini adalah pelanggaran atas sanksi PBB,” kata para diplomat Korsel, seperti dikutip dari the star, Selasa (13/11/2012).
Menurut pejabat Korsel, Pemerintah Korsel berhak menghentikan kapal tersebut. Silinder grafit itu ditujukan pada Electric Parts, sebuah perusahaan di Suriah. Para pejabat menduga, Electric Parts adalah anak perusahaan dari perusahaan perdagangan Korut.
Pemerintah China sendiri mengaku akan memberi bantuan maksimal untuk mengusut kasus ini. "Tampaknya, silinder itu ditujukan untuk program rudal Suriah," kata seorang diplomat Korsel. "China meyakinkan kami, bahwa mereka akan menyelidiki apa yang tampak seperti pelanggaran sanksi PBB ini," lanjutnya.
Seorang diplomat Korsel lainnya mengatakan, ada kemungkinan bahwa awak kapal Cina tidak tahu muatan apa yang mereka bawa. “Benar-benar sebuah hal yang baik, bahwa China menunjukkan kesediaan untuk menyelidiki," ungkapnya.
Korut dilarang mengimpor atau mengekspor teknologi nuklir dan rudal di bawah sanksi Dewan Keamanan PBB yang dikenakan terhadap Pyongyang karena tes nuklir yang mereka lakukan pada tahun 2006 dan 2009.
(esn)