Pasca Obama terpilih kembali, AK-47 laris manis di AS
Selasa, 13 November 2012 - 21:40 WIB
Pasca Obama terpilih kembali, AK-47 laris manis di AS
A
A
A
Sindonews.com – Penjualan senjata serbu di Amerika Serikat (AS) dikabarkan melonjak tajam usai terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden AS. Seperti dikutip dari the telegraph, Selasa (13/11/2012), para pedagang senjata penyebut senjata serbu AK-47 laris bak kacang goreng.
Mel Bernstein, pemilik toko senjata Dragonman di Colorado Springs, mengatakan, bahwa penjualan senjata semi-otomatis telah meledak dalam beberapa hari terakhir. “Biasanya, dalam sehari saya menjual 6 sampai 8 pucuk AK-47. Kini, saya bisa menjual 25 pucuk,” ungkap Bernstein.
John kielbasa, pemilik toko senjata Fernwood, di Hankins, New York, mengatakan, pembeli sampai rela menunggu untuk membeli AK-47. “Ada seorang pria yang sengaja menunggu toko buka pada pagi hari. Dia datang dan membeli dua pucuk AK-47. Ini baik untuk bisnis saya,” kata Kielbasa.
Diperkirakan, para kolektor senjata khawatir akan diberlakukan peraturan soal pembatasan senjata serbu usai Obama dilantik pada 17 Desember mendatang. Selama kampanye pemilu, Obama memang tak mengangkat isu kepemilikan senjata oleh warga sipil.
Namun, dalam debat Presiden 16 Oktober silam, ia memberi pernyataan jelas soal kepemilikan senjata. "Yang saya coba lakukan adalah untuk mendapatkan percakapan yang lebih luas tentang bagaimana kita mengurangi kekerasan pada umumnya. Saya akan melihat, apakah perlu pelarangan senjata serbu kembali diterapkan,” ujar Obama kala itu.
Mel Bernstein, pemilik toko senjata Dragonman di Colorado Springs, mengatakan, bahwa penjualan senjata semi-otomatis telah meledak dalam beberapa hari terakhir. “Biasanya, dalam sehari saya menjual 6 sampai 8 pucuk AK-47. Kini, saya bisa menjual 25 pucuk,” ungkap Bernstein.
John kielbasa, pemilik toko senjata Fernwood, di Hankins, New York, mengatakan, pembeli sampai rela menunggu untuk membeli AK-47. “Ada seorang pria yang sengaja menunggu toko buka pada pagi hari. Dia datang dan membeli dua pucuk AK-47. Ini baik untuk bisnis saya,” kata Kielbasa.
Diperkirakan, para kolektor senjata khawatir akan diberlakukan peraturan soal pembatasan senjata serbu usai Obama dilantik pada 17 Desember mendatang. Selama kampanye pemilu, Obama memang tak mengangkat isu kepemilikan senjata oleh warga sipil.
Namun, dalam debat Presiden 16 Oktober silam, ia memberi pernyataan jelas soal kepemilikan senjata. "Yang saya coba lakukan adalah untuk mendapatkan percakapan yang lebih luas tentang bagaimana kita mengurangi kekerasan pada umumnya. Saya akan melihat, apakah perlu pelarangan senjata serbu kembali diterapkan,” ujar Obama kala itu.
(esn)