PKC dekati kaum muda

Sabtu, 10 November 2012 - 13:53 WIB
PKC dekati kaum muda
PKC dekati kaum muda
A A A
Sindonews.com Partai Komunis China (PKC) berusaha menarik simpati kaum muda agar mau meneruskan apa yang telah dicapai negara itu dengan berbagai propaganda melalui media televisi.

Pada Kongres Partai Komunis yang kemarin memasuki hari kedua,China harus berpikir keras untuk membujuk anak muda agar tetap melanjutkan perjuangan. Upaya itu dilakukan bukan lagi dengan paksaan,tetapi melalui media yang disukai anak muda.

Partai Komunis pastinya tidak ingin kehilangan generasi muda sebagai penerus masa depan China. China berusaha membendung segala ideologi Barat yang telah merambah ke Negeri Tirai Bambu itu dan meracuni generasi mudanya.

Berbagai program televisi pun lebih banyak dipenuhi dengan agenda Partai Komunis,terutama yang berkaitan dengan kongres dan transisi kepemimpinan. Namun, propaganda yang dilakukan Beijing itu kerap menemui penolakan dari generasi muda karena kemasan yang kurang menarik.

Misalnya, Joy Zhang, 26, yang lebih memilih menonton serial laga favorit asal Amerika Serikat (AS) Prison Breakmelalui komputernya.Dia mengaku jenuh dengan acara Kongres Partai Komunis di televisi yang terlalu dilebih-lebihkan. Pria yang bekerja di perusahaan manufaktur di Shanghai itu mengaku tidak tertarik dengan periode patriotik atau dikenal dengan drama “merah” di televisi.

Drama merah merupakan program di televisi yang berkaitan dengan Partai Komunis. Drama itu semakin banyak selama beberapa hari ke depan dengan Kongres Partai Komunis.

“Sebagai anak yang hidup setelah generasi 80-an, saya menduga bakal terjadi perubahan budaya,pemikiran,ide dan hal menarik di dunia ini,” kata Zhang dikutip Reuters. Dulu, ketika Zhang duduk di bangku sekolah, drama merah menjadi alat propaganda yang paling efektif bagi Partai Komunis.

“Saya kerap menontonnya saat bersekolah.Kini tidak ada yang baru untuk dikatakan,” tuturnya. Kongres Partai Komunis ke- 18 di Beijing mempertunjukkan kekuatan militer, kemegahan partai, dan warga biasa yang harus hidup miskin di pedesaan.

Drama merah juga menampilkan suatu yang paradoks antara utopia yang menjadi propaganda Partai Komunis dan tidak sesuai dengan banyaknya angka kemiskinan di China.

“Jika itu bukan drama (keluarga) di televisi, itu pasti semua jenis drama merah. Jangan katakan bahwa saya melihat berita,” ujar salah satu pengguna microblogging.“Saya lebih memilih tidur lebih awal hari ini (kemarin), dibandingkan menonton program televisi.Pasalnya, drama merah benar-benar tayang di semua jam.”menurut para pakar,drama merah harus dikemas ulang untuk tetap ditonton anak muda China. Drama merah itu saat ini terkesan dipaksakan karena generasi muda saat ini sudah berubah dan banyak mendapatkan pengaruh dari luar.

“Drama merah harus berubah, pastinya.Waktunya sudah sangat berbeda saat ini,” kata Xiao Xiao-sui, pakar budaya media di Universitas Baptist Hong Kong. Berdasarkan data Aegis Media dari Januari hingga Juli, jumlah penonton drama merah meningkat dua kali lipat pada penonton berusia dewasa. Namun, televisi satelit Provinsi Hunan mengklaim jumlah penonton mudaanjlokhingga80% khusus untuk program drama merah.

Salah satu drama yang ditayangkan bersamaan dengan pembukaan kongres Partai Komunis itu berjudul Yangshan Zhou. Drama itu terdiri dari 23 episode. Dengan bintang utama Zhou dalam drama itu yang pernah memenangkan penghargaan Touching China pada 2012.Zhou juga dianggap sebagai kader teladan oleh Partai Komunis.

Namun,drama merah itu juga banyak mendapatkan penolakan. Banyak yang menganggap bahwa drama itu telah melebih- lebihkan unsur patriotisme.“ Drama merah harus lebih realistis dan tidak mempropagandakan partai. Pastinya tidak melebih-lebihkan,” kata Qiu Ying, 26. Dia mengaku bakal tertarik bergabung dengan Partai Komunis jika ada drama yang menampilkan tokoh bergabung dengan partai karena sukarela.
(esn)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
6 menit yang lalu
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
1 jam yang lalu
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
3 jam yang lalu
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
11 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
13 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved